Breaking News:

Berita Nasional

Menko Airlangga Puji Penanganan Covid-19 di Papua Barat dan Terus Mendorong Pemulihan Ekonomi

Menko Airlangga Puji Penanganan Covid-19 di Papua Barat dan Terus Mendorong Pemulihan Ekonomi

Penulis: Gerardus Manyela | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
CINDERA MATA -Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto me yerahkan cindera mata kepada Gubernur Papua Barat. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA -Penanganan Covid-19 di hulu dan hilir yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Forkopimda dan seluruh lapisan masyarakat Provinsi Papua Barat telah menjadikan Provinsi ini masuk dalam Zonasi Risiko Rendah (Zona Hijau) dalam kategori Zonasi Risiko (Satgas).

Pada tingkat Kabupaten/Kota, terdapat 10 Kab/Kota dengan Risiko Rendah (Zona Hijau), 2 Kab/Kota dengan Risiko Sedang (Zona Oranye) dan 1 Kab/Kota tidak ada kasus.

"Kasus Covid-19 belum selesai, meski telah menurun, Bapak Presiden memberi arahan agar kita selalu ingat dan waspada. Khusus untuk Provinsi Papua Barat, perkembangan kasus Covid-19 terus menurun dan menjadi Provinsi paling rendah jumlah kasus aktifnya, namun ekonominya harus terus didorong agar mulai tumbuh positif," tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Rapat Koordinasi dengan Kepala Daerah dan Forkopimda Provinsi Papua Barat, Jumat (3/9/2021)

Per tanggal 2 September 2021, kasus aktif di Provinsi Papua Barat sebanyak 257 kasus dan merupakan yang terendah secara nasional di antara 34 Provinsi.

Baca juga: Wagub NTT Ikuti Rapat Koordinasi Evaluasi PPKM Mikro Diperketat Bersama Menko Perekonomian

Sepanjang Agustus 2021, pada masa penerapan PPKM, kasus aktif berhasil diturunkan sampai dengan -89,56%, yaitu dari sebanyak 2.462 kasus pada 9 Agustus yang lalu, menjadi 257 kasus pada 2 September 2021.

Sedangkan Kasus Konfirmasi Harian di Papua Barat, pernah mencapai puncaknya pada tanggal 16 Juli 2021 yaitu 605 kasus per hari. Namun, dalam beberapa pekan terakhir terus menurun, dan sekarang menjadi tinggal 50 kasus per hari.

Selain kasus aktif yang terendah, tingkat kesembuhan di Papua Barat sebesar 97,3% jauh lebih tinggi dari nasional (92,4%), dan tingkat kematian sebesar 1,5% jauh lebih rendah dari nasional yang sebesar 3,3%. Penurunan terus terjadi setelah pemberlakuan PPKM Darurat dan PPKM Level 4 selama beberapa minggu lalu.

Provinsi Papua Barat saat ini berada pada Level Asesmen 3. Tingkat konfirmasi kasus relatif cukup rendah pada level TK-2, Angka Kematian juga rendah di level TK-1 dan Rawat Inap (BOR) ada di level TK-2.

Baca juga: Airlangga Hartarto Sebut 60 Persen UMKM Dijalankan Perempuan

Jumlah Testing dan Tracing masih dalam level Terbatas, namun Treatment sudah pada level Memadai. Secara umum, level asesmen Provinsi Papua Barat di level 3, dan dengan indikator yang cukup baik semuanya.

Menko Airlangga mengadakan peninjauan ke lapangan dan melakukan dialog secara langsung dengan semua pihak terkait, salah satunya dengan mengadakan Rapat Koordinasi bersama seluruh Kepala Daerah (Gubernur/ Bupati/ Walikota) beserta Forkompimda se Provinsi Papua Barat, guna mendengarkan langsung dari para Kepala Daerah beserta seluruh jajarannya tentang berbagai permasalahan di lapangan.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved