Breaking News:

Berita Kota Kupang

Dua ABG Terlibat Prostitusi Online

Direktorat Kriminal Khusus Polda NTT membekuk dua anak baru gede (ABG) diduga terlibat prostitusi online di Kota Kupang

Editor: Kanis Jehola
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Foto Ilustrasi: Warga dihebohkan akan penemuan anak usia 14 tahun di gudang, diduga hendak dijual untuk prostitusi online. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG -Direktorat Kriminal Khusus Polda NTT membekuk dua anak baru gede (ABG) berinisial AP (20) dan CB (21), Rabu (1/9) sekitar pukul 14.00 Wita. Kedua wanita ini diduga terlibat prostitusi online di Kota Kupang.

"Keduanya dibekuk di dua lokasi berbeda," kata Wakil Direktur Reskrimsus Kompol Yan Christian Ratu di Mapolda NTT.

Menurut Yan, AP diamankan di kos-kosan di wilayah Kelurahan Oebobo. Sedangkan CB diamankan di salah satu hotel di Kecamatan Kelapa Lima

"Keduanya ditangkap setelah diduga terlibat prostitusi online. Mereka menggunakan aplikasi MiChat untuk berhubungan dengan pelanggan," jelas Yan.

Kasus Prostitusi Online Via MiChat Berhasil Dibongkar Subdit 5 Ciber Ditreskrimsus Polda NTT

Selain menangkap AP dan CB, lanjut Yan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya berupa ponsel, tangkapan layar percakapan aplikasi MiChat, alat kontrasepsi, dan uang Rp 585.000.

Yan mengatakan, penangkapan terhadap keduanya berdasarkan informasi dan laporan dari masyarakat.

Mengenai tarif kencan, Yan menyebut, AP dan CB memasang tarif berkisar Rp 500.000 hingga Rp 1 juta sekali kencan. "Saat ini, status mereka adalah tangkapan dan masih diperiksa," ujarnya.

Menurut Yan, AP dan CB dijerat dengan Pasal 45 ayat 1 jo pasal 27 ayat 1 UU No 11 tahun 2008 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No 19 Tahun 2009 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Baca juga: Ini Komentar Akademisi Soal Lapak Prostitusi Online di Kota Kupang Bertarif Hingga Jutaan Rupiah

Setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

"Menyikapi kasus ini, Kapolda NTT (Irjen Pol Lotharia Latif) menyampaikan pesan kepada para orang tua agar memberi waktu yang cukup kepada anak-anaknya sehingga dapat diawasi aktifitasnya dan dapat terkonteol dengan baik," imbuhnya.

"Kepada masyarakat NTT pada umumnya, mari kita awasi bersama praktek prostitusi online karena selain merusak moral generasi bangsa juga ditengah pandemi covid 19 ini tentu prostitusi online akan menjadi media penyebar Covid 19," tambah Yan. (cr6)

Baca Berita Kota Kupang Lainnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved