Breaking News:

Dies Natalis ke-59, Rektor Undana Kupang Beber Sejumlah Keberhasilan Undana

Dies Natalis ke-59, Rektor Undana Kupang Beber Sejumlah Keberhasilan Undana. Fred Benu sampaikan.

Editor: Gordy Donofan
Istimewa
Rektor Undana Kupang, Prof.Fred Benu saat menyampaikan pidato di Undana Kupang, Rabu 1 September 2021. 

POS-KUPANG.COM - Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menggelar Wisuda Doktor, Magister, Profesi dan Sarjana periode ketiga tahun 2021.

Bertepatan dengan Dies Natalis ke-59, menjadi kesempatan terakhir bagi Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M. Si., Ph. D untuk tampil di hadapan Rapat Senat Luar Biasa dan seluruh civitas akademika Undana, sejak dipercayakan memimpin Undana Desember 2013 lalu.

Oleh karena itu, Prof. Fred juga meyampaikan sejumlah catatan perjalanan Undana dibawah kepemimpinanya hampir delapan tahun.

“Saya sengaja memberikan judul seperti ini, karena mungkin ini adalah kesempatan saya terakhir berdiri di hadapan Rapat Senat Luar Biasa Universitas Nusa Cendana, di hadapan seluruh Sivitas Akademika Undana dalam kapasitas sebagai seorang Rektor. Setelah hampir 8 tahun penuh saya menjalankan tugas sebagai Rektor, maka saya memandang perlu menyampaikan berbagai catatan perjalanan Undana di bawah kepemimpinan saya dengan berbagai kemajuan yang telah dicapai serta kekurangan yang menyertainya,” ungkap Prof. Fred Benu ketika menyampaikan pidatonya pada acara wisuda yang digelar di Auditorium, Rabu 1 September 2021.

Baca juga: Mandat Ketua LKBH Dikembalikan ke Dekan FH Undana Kupang

Penataan Dimulai

Dimulai saat Undana masih berstatus sebagai Satker dengan lingkungan fisik seluas kurang lebih 100 Ha, masih sangat bebas diakses masuk keluar oleh semua orang tanpa ada pembatasan, baik warga kampus Undana, warga kampus bukan Undana maupun bukan warga kampus, baik untuk urusan pelayanan publik maupun urusan pribadi.

Bahkan pada saat itu, wilayah kampus ini sebagian dapat diakses untuk urusan transaksi “rent seeking” perorangan.

Pengaturan dan penataan sebagai kawasan tertib pendidikan sulit dilakukan karena belum adanya pagar pembatas wilayah kampus secara memadai, di samping sebagian wilayah masih digunakan sebagai area domisili oleh warga Undana maupun bukan warga Undana Kupang.

Menurut Prof. Fred, upaya penataan kampus sebagai wilayah tertib pelayanan pendidikan tidaklah mudah karena mendapat tantangan dari beberapa pihak, bahkan harus berhadapan dengan urusan pengadilan.

Namun dengan dukungan semua pihak, papar Prof. Fred, kampus Undana akhirnya bisa ditata secara baik sebagaimana dapat dirasakan saat ini.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved