Breaking News:

Abraham Liyanto : Pancasila Luntur karena Reformasi

Berbeda pada zaman Orde Baru yang mewajibkan setiap siswa atau mahasiswa mengikuti P4 saat menjadi siswa/mahasiswa baru.

Penulis: Paul Burin | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
SOSIALISASI - Anggota DPD RI, Abraham Liyanto ketika melakukan sosialisasi empat pilar bangsa di Ruteng, Jumat, 25 Juni 2021. 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM/Paul Burin

POS KUPANG.COM, KUPANG--Anggota MPR/DPD RI dari Provinsi Nusa Tenggara Timur, (NTT)

Baca juga: Abraham Liyanto Usulkan BUMDes Dikelola Pihak Ketiga

menyebut lahirnya era reformasi ikut melunturkan nilai-nilai Pancasila.

Pasalnya, salah satu tuntutan reformasi adalah menghapus program Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) dan Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP7).

“P4 dan BP7 menjadi kunci keberhasilan Orde Baru dalam mengamalkan Pancasila kepada masyarakat. Sayang, keduanya dihapus karena tuntutan reformasi,” kata Abraham saat memberikan kegiatan sosialisasi Empat Pilar di Kupang, NTT, Selasa, 31 Agustus 2021.

Ia menyebut dampak penghapusan P4 dan BP7 sangat terasa saat ini. Kondisi sekarang, banyak masyarakat yang lupa akan nilai-nilai Pancasila. Bahkan menghafal lima sila Pancasila saja tidak bisa.

Berbeda pada zaman Orde Baru yang mewajibkan setiap siswa atau mahasiswa mengikuti P4 saat menjadi siswa/mahasiswa baru.

Baca juga: Komite I DPD RI, Abraham Liyanto : BUMDes Belum Efektif Tingkatkan Ekonomi Desa 

“P4 itu efektif untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila. Berbeda dengan sekarang. Anak muda sekarang lebih gandrung dengan ideologi dari luar seperti khilafah, radikalisme, terorisme, dan lainnya,” tutur Abraham.

Anggota Komite I DPD ini melihat bergabungnya sejumlah orang dalam ideologi khilafah, terorisme, radikalisme karena pemahaman Empat Pilar bangsa yang lemah.

Hal ini bisa terjadi karena pelajar terkait Pancasila dan pilar-pilar bangsa lainnya telah hilang dari pelajaran di sekolah.

“Ini memang dampak buruk dari tuntutan reformasi yang menghilangkan pelajaran Pancasila di sekolah-sekolah. Akibatnya, ada masyarakat yang gandrung terhadap ideologi lain,” jelas Abraham.

Dia setuju jika pelajaran Pancasila dan pilar-pilar bangsa lainnya kembali ke sekolah-sekolah. Tinggal format dan cara penyajiannya harus beda dengan model Orde Baru.

Baca juga:  Anggota DPD RI Abraham Liyanto Nilai Perppu Pilkada Ambigu

Hal itu supaya tidak terjadi doktrinasi yang dimanfaatkan untuk kepentingan politik penguasa.

“Metodenya harus disesuaikan dengan trend masyarakat sekarang. Misalnya, model pelajaran dengan lebih banyak nonton film. Atau materi Empat Pilar di share lewat Youtube supaya semua masyarakat bisa menontonnya,”  kata Abraham. (*)
 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved