Berita Kota Kupang
LKP Sister Salon Lepas 15 Lulusan Setelah 2 Bulan Pelatihan
Jangan dapat masalah sedikit sudah tidak mau lagi berusaha. Mau jadi wirausaha itu harus kuat, terus bertahan bersaing
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Sister Salon melepas 15 lulusan setelah mengikuti kursus dan pelatihan selama 2 bulan dari.
Pada kegiatan penutupan yang diadakan Senin, 30 Agustus 2021, Pimpinan LKP Sister Salon, Apleni Bullu mengungkapkan, kegiatan ini ditutup setelah mencapai 150 jam pelatihan.
"Karena di juknis (petunjuk teknis) itu harus 150 jam jadi kita mencapai 150 jam sekitar 37 kali pertemuan, setiap kali pertemuan 4 jam," jelas Aplenia.
Dilanjutkan Aplenia, kelima belas peserta bisa mengikuti pelatihan hingga akhir meskipun tiga diantaranya harus mengikuti kegiatan penutupan secara virtual.
"Kita kirim proposal minta 20 (peserta) tapi disetujui 15 jadi kita seleksi lagi bakat dan kemampuan mereka supaya kita lihat yang benar - benar mau," katanya.
Menurut pengamatannya, para peserta sangat antusias untuk mengetahui bagaimana berwirausaha.
Baca juga: Dinkes Kota Kupang Beri Surat Teguran Lab Biokesmas Sebelum Konsultasi ke Balai Kesehatan
"Sekarang pola pikir sudah berubah, kalau dulu setelah lulus orang mau jadi pegawai tapi akhir - akhir ini sudah mulai berubah, banyak yang mau jadi pengusaha," ujarnya.
Sister Salon, kata Aplenia, sudah sejak tahun 2011 menjadi lembaga kursus dan ada beberapa salon di sekitar pasar Oebobo yang merupakan jebolan dari Sister Salon.
"Ada yang di Manutapen ada yang di Bakunase, outputnya sudah banyak yang memiliki salon," kata dia.
Aplenia berharap, para peserta yang sudah memiliki kemampuan ini bisa tetap mandiri dan tidak putus asa.
"Jangan dapat masalah sedikit sudah tidak mau lagi berusaha. Mau jadi wirausaha itu harus kuat, terus bertahan bersaing dengan sehat didunia usaha ini," pesannya.
Kabid Pembinaan Paud dan Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Roos Dethan yang menutup kegiatan tersebut mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi.
Baca juga: Wali Kota Kupang Jadi Narasumber Pada Webinar PIKI, Ini Yang Dibahas
"Lembaga ini mereka pengajuan bantuan lewat proposal ke Direktorat Vokasi dan jika mereka, dilihat dari semua persyaratan yang dikirim oleh lembaga dianggap bahwa lembaga ini bisa menyelenggarakan maka mereka ditetapkan sebagai penerima jadi ini dana pemerintah pusat," jelas Roos.
'Dengan adanya Direktorat Vokasi ini sekarang usia yang dipilih untuk mereka mengikuti kursus ini dari 17 sampai 25 tahun.
Nah mereka ini datang dari latar belakang yang berbeda, ada yang tamatan SMP, ada yang SMA, ada yang Perguruan Tinggi yang belum bekerja tetapi usianya baru 25 tahun," lanjutnya.
Roos berharap setelah mengikuti pelatihan ini para peserta mampu mengimplementasikan kemampuan yang mereka dapatkan di kursus ini.
"Pemerintah pusat memberikan bantuan ke lembaga dengan tujuan untuk memanusiakan manusia. Mereka yang belum punya keterampilan untuk bisa memperoleh keterampilan dan dari keterampilan itu ada yang masih bujang tidak lagi membebani orangtua tetapi lewat skill yang mereka dapat mereka bisa menghasilkan uang untuk kebutuhan mereka sedangkan yang sudah berumah tangga mereka bisa membantu perekonomian keluarga dan yang terutama meminimalisir yang namanya kekerasan dalam rumah tangga," tandasnya.
Baca juga: Wali Kota Kupang Jadi Narasumber Pada Webinar PIKI, Ini Yang Dibahas
Salah satu peserta pelatihan, Osinta Yuliana Tapatab yang adalah lulusan Universitas Nusa Cendana (Undana) tahun 2019 silam memilih untuk mengikuti pelatihan ini karena sebelumnya dia sering memberi layanan smoothing rambut.
"Kelihatan hasil bagus jadi dengar dari saudara tentang kursus saya mau tambah ilmu," kata Osinta.
Meski rumahnya cukup jauh, Osin merupakan peserta telatihan terdisiplin karena setiap hari selalu datang setengah jam bahkan satu jam sebelumnya.
"Mudah - mudahan bisa buka salon sendiri sedikit - sedikit bisa membeli kebutuhan sendiri sehingga tidak menyusahkan orangtua," harapnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pose-bersama-usai-kegiatan.jpg)