Breaking News:

Berita Nasional

Lili Tak Menyesal Langgar Etik

Majelis Etik Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi ( Dewas KPK) menyatakan Lili Pintauli Siregar terbukti melanggar etik

Editor: Kanis Jehola
Tribunnews
Lili Pintauli Siregar 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA -Majelis Etik Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi ( Dewas KPK) menyatakan Lili Pintauli Siregar terbukti melanggar etik. Namun demikian, Wakil Ketua KPK itu disebut tidak menyesali perbuatannya. Hal itu menjadi bahan pertimbangan yang memberatkan bagi Dewas KPK dalam menjatuhkan vonis kepada Lili Pintauli.

"Terperiksa tidak menunjukkan penyesalan atas perbuatannya,"kata anggota Dewas KPK Albertina Ho membacakan pertimbangan vonis, Senin 30 Agustus 2021.

Menurut Dewas, Lili selaku pimpinan KPK seharusnya menjadi contoh dan teladan. Namun perbuatan Lili malah sebaliknya. Dewas KPK menyatakan ada dua perbuatan Lili yang terbukti melanggar etik, yakni menyalahgunakan pengaruh untuk kepentingan pribadi, serta berhubungan langsung dengan pihak yang perkaranya sedang ditangani KPK.

Meski demikian, Dewas KPK menilai Lili telah mengakui perbuatannya melanggar kode etik dan pedoman perilaku. Lili juga belum pernah dijatuhi sanksi etik. Hal itu yang kemudian menjadi pertimbangan meringankan.

Baca juga: Terkait Pinjaman Daerah Flotim, Ketua Lembaga KPK : Bupati Jangan Anggap Diri Lebih dari Aturan

Lili dinilai terbukti pernah berkomunikasi dengan Wali Kota Tanjungbalai Syahrial. Ia meminta Syahrial membantu permasalahan adik iparnya. Adik ipar Lili yang juga eks Dirut PDAM Tanjung Kualo, Tanjungbalai, Ruri Prihatini Lubis, belum menerima uang jasa atas pengabdiannya.

Usai komunikasi dengan Syahrial, uang jasa pengabdian Ruri pun cair dengan dicicil yang totalnya Rp 53,3 juta yang sebelumnya tersendat 8 bulan.

Selain itu, Lili juga pernah membahas perkara dengan Syahrial. Perkara itu ialah kasus jual beli jabatan yang melibatkan Syahrial. Syahrial pernah diperiksa penyelidik KPK pada November 2019. Ketika itu, Lili Pintauli belum menjadi pimpinan KPK. Syahrial baru dijerat sebagai tersangka pada April 2021.

Tidak dijelaskan bagaimana Lili bisa mendapatkan informasi soal kasus itu ketika komunikasi pada Juli 2020. Namun, komunikasi dengan Lili dengan jelas menyatakan bahwa yang dibahas ialah terkait perkara.

Baca juga: Baru Diangkat Jokowi jadi Dewas KPK, Komitmen Indriyanto Seno Adji Berantas Korupsi Sudah Diragukan

Lili tidak pernah memberitahukan pada pimpinan yang lain soal komunikasi tersebut. Ia baru mengaku pada saat ditanya oleh Ketua KPK Firli Bahuri.

"Karena masalah tersebut telah viral diberitakan di media sosial," ujar Albertina Ho.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved