Berita TTS
Atasi Kesulitan Air Bersih, YPKM dan Kasogi Bangun Sumur Bor di Nifukani
ada 20 usulan pembangunan sumur bor yang masuk ke YPKM dan Kasogi. Namun pihaknya akan skala prioritas.
Penulis: Dion Kota | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter Pos-Kupang. Com, Dion Kota
POS-KUPANG.COM, SOE - Guna mengatasi masalah kesulitan air bersih yang dialami masyarakat Desa Nifukani, Kecamatan Amanuban Barat, khususnya Jemaat GMIT Imanuel, Yayasan Pelita Kehidupan Masyarakat (YPKM) dan Komunitas Soe Berbagi (Kasogi) membangun satu unit sumur bor guna memenuhi kebutuhan air bersih.
Saat ini pemboran sudah mencapai kedalam 48 meter.
Ketua YPKM, Sandy Matias Rupidara mengatakan, pembangunan sumur bor merupakan tindaklanjut dari pihaknya pasca mendapatkan aspirasi dari masyarakat Desa Nifukani, khususnya Jemaat Imanuel yang mengalami kesulitan air bersih.
Pemboran sendiri sudah dilakukan sejak Kamis lalu dan saat sudah mencapai kedalam 48 meter.
Walaupun sudah menemukan sumber air, Sandy menargetkan pemboran akan dilakukan hingga 65 meter guna memastikan sumber air bawah tanah memiliki debit air yang baik.
"Kita sudah melakukan pemboran selama tiga hari dan sudah mencapai kedalam 48 meter. Dalam satu atau dua hari kedepan pemboran sudah selesai," ungkapnya.
Baca juga: DPC Demokrat TTS Gelar Bakti Sosial Di Nulle
Sepanjang tahun 2021 lanjut Sandy, pihaknya bersama Kasogi sudah membangun 5 unit sumur bor secara gratis kepada masyarakat guna mengatasi persoalan air bersih.
Selain di Desa Nifukani, sumur bor guna dibangun di Desa Pusu satu unit, Mnelafau 2 unit dan Fatukopa.
Sedikitnya ada 20 usulan pembangunan sumur bor yang masuk ke YPKM dan Kasogi. Namun pihaknya akan skala prioritas.
Pihaknya akan mengutamakan desa-desa yang menjadi kantong kemiskinan dan stunting sebagai prioritas utama.
"Masalah air bersih ini sebenarnya hampir merata terjadi di kabupaten TTS. Pasalnya, saat memasuki musim kemarau, sumber-sumber air permukaan yang ada umumnya mengalami penurunan debit bahkan mengering.
Usulan memang sudah banyak yang masuk ke kita, tapi kita ada skala prioritas untuk pembangunan sumur bor ini," ujarnya.
Boi Selan, warga Desa Nifukani membenarkan jika warga Desa Nifukani khususnya Jemaat Imanuel setiap tahunnya mengalami kesulitan dalam pemenuhan air bersih di saat memasuki musim kemarau. Pasalnya, sumber mata air permukaan yang ada mengering saat musim kemarau.
"Setiap tahun kalau musim kemarau pasti kami kesulitan air bersih. Kami terpaksa harus beli air untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari," jelasnya.
Dirinya mengucapkan terima kasih kepada YPKM dan Kasogi yang sudah membangun satu unit sumur bor guna mengatasi persoalan air bersih di wilayah tersebut.
"Kami ucapkan terima kasih karen masalah tahunan kami bisa teratasi dengan keberadaan sumur bor ini," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/proses-pemboran-sumur-bor-di-desa-nifukani.jpg)