Breaking News:

Berita Lembata

Penyandang Difabel dan Relawan Taman Daun Gali Sumur Untuk Pengungsi Bencana Ile Ape Lembata

Relawan Taman Daun berinisiatif menggali sumur untuk kebutuhan air bersih penyintas bencana Ile Ape

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Ricko Wawo
Relawan Taman Daun berinisiatif menggali sumur untuk kebutuhan air bersih penyintas bencana Ile Ape yang saat ini tinggal di lokasi pengungsian mandiri Waesesa. Tidak hanya warga yang ikut membantu. Dua orang penyintas yang merupakan penyandang disabilitas yakni Samsul Sulon dan Nurdin Doni, keduanya warga desa Amakaka, juga ikut menggali sumur untuk kebutuhan air bersih mereka. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA-Relawan Taman Daun berinisiatif menggali sumur untuk kebutuhan air bersih penyintas bencana Ile Ape yang saat ini tinggal di lokasi pengungsian mandiri Waesesa. Tidak hanya warga yang ikut membantu.

Dua orang penyintas yang merupakan penyandang disabilitas yakni Samsul Sulon dan Nurdin Doni, keduanya warga desa Amakaka, juga ikut menggali sumur untuk kebutuhan air bersih mereka.

Samsul Sulon berujar dirinya para penyintas di pengungsian mandiri sangat kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Itulah yang mendorong dia juga berniat membantu proses penggalian sumur.

“Kasihan semua tetangga di sini. Akhirnya harus gali sumur, Pemda belum bantu, siapa yang mau cari tahu keadaan kita di sini. Selain susah air, kita juga butuh sembako. Sekarang sudah tidak ada,” ungkap Samsul yang bertangan buntung  ini.

Baca juga: Tangan Buntung, Penyintas Bencana Ile Ape Jadi Pengerek Bendera di Lokasi Pengungsian di Lembata

Dia menuturkan warga cukup  menderita dengan keadaan ini apalagi di tengah ketidakcukupan ekonomi sebagian masyarakat petani di sana.

“Menderita sekali. Kita mau usaha apa sekarang, syukur ada pangan olahan di kebun. kita sangat butuhkan air, kedua itu sembako. Kita bersyukur sekali ada bantuan dari Taman Daun,” tandas Samsul yang tinggal di hunian sementara yang didirikan relawan Taman Daun itu.

Dihubungi Pos Kupang, Kamis, 26 Agustus 2021 kemarin, Koordinator Relawan Taman Daun John Batafor, mengatakan semangat warga penyintas menggali sumur sangat luar biasa.

Dengan berbagai macam kekurangan, katanya, mereka tetap berusaha bangkit melawan segala penderitaan yang kian hari semakin memprihatinkan. Salah satunya adalah kebutuhan akan air.

Baca juga: AMA Lembata Berdayakan Penyintas Bencana Ile Ape Dengan Konsep Kewirausahawan Sosial

Taman Daun bersama warga secara 'gemohing' atau bergotong royong untuk melakukan penggalian sumur dan pengadaan dinamo air, tower dan bak air hingga pertanian holtikultura guna pemberdayaan penyintas. Ini merupakan lokasi kedua penggalian sumur untuk korban bencana longsor dan bandang di Ile Ape.

“Dua warga yang ikut bekerja dalam penggalian ini merupakan penyandang disabilitas. Satunya tangan buntung, satunya kaki buntung. Mereka tetap semangat meski organ tubuh tak lengkap. Mau bagaimana lagi? Mereka sangat kesulitan air,” ujar John. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved