Berita Kabupaten Kupang

PT Primasid Andalan Utama Bantu Petani Kembangkan Bawang Merah di Kabupaten Kupang

Untuk TSS bawang biji, prosedur persemaian ada ada 2 teknik yakni melalui persemaian dan tanam benih langsung

Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/IRFAN HOI
Panen raya perdana di kelurahan Oesao Kabupaten Kupang dari PT Primasid dan perwakilan pemkab Kupang.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM,  KUPANG - PT Primasid membantu petani bawang di kabupaten Kupang untuk mempermudah memberdayakan usaha dibidang pertanian.

Melalui kelompok tani, PT Primasid dan distributornya Roda Tani menyediakan sejumlah pake benih bawang untuk ditanam.

Hasilnya, pada Rabu 25 Agustus 2021 kemarin, petani bawang di kabupaten Kupang melakukan panen raya perdana di lahan seluas 60 are dengan taksasi perolehan hasil bisa lebih dari satu ton.

Jimmy Nahak, perwakilan FAT PT. Primasid Andalan Utama & PT. Agrosid Manunggal Sentosa menyebut, bawang yang dikembangkan dengan jenis Maserati mulai dikembangkan pada tahun 2017 lalu.

"Setiap tahunnya mengalami peningkatan kebutuhan benih karena hasil panennya yang tinggi yaitu mencapai 35 ton/ha, sedangkan untuk jenis TSS bawang merah jenis lain hasilnya sekitar 26 ton/ha," jelasnya.

Dia menjelaskan, terdapat juga selisih hasil panen yang cukup signifikan yaitu 9 ton/ha. Maserati mempunyai keunggulan yang lebih baik dari dari jenis lainnya juga seperti warna siung yang mengkilap dan aroma rasa lebih menyengat, sehingga di pasaran juga bawang merah Maserati lebih muda diterima oleh pedagang dan konsumen.

Baca juga: Wabup Kupang Usul Pembentukan Kodim Sendiri di Kabupaten Kupang

Salah seorang petugas lapangan PT PRIMASID Andalan Utama dan PT. agrosid Manunggal Sentosa, Yosidisantus Nule, menerangkan kualitas bawang merah Maserati sangat bagus.

"Potensi hasil produksi meningkat dengan luasan Ha mendapat mendapatkan 30-35 Ton/Ha, warna merah mengkilat dan aromatik,"sebut jebolan Politani Kupang ini.

Lebih jauh dia menyampaikan bawang merah Maserati tahan terhadap hama dan penyakit, serta tahan kekeringan.

Untuk TSS bawang biji, prosedur persemaian ada ada 2 teknik yakni melalui persemaian dan tanam benih langsung (Tabela).

Yang terpenting, kata Yosidisantus, adalah proses perawatan, yakni pemupukan tepat waktu, pindah tanam tepat waktu, untuk hama dan penyakit lebih utamakan pencegahan dari pada pengobatan.

"Jika perawatan kurang maksimal maka akan berpengaruh di bobot berat serta tingkat ketahanan daya simpan.
Dan untuk harga memang harga tinggi tetapi seimbang dgn potensi hasil," paparnya.

Baca juga: Korban IRT, Damaris Tiga Asal Kabupaten Kupang Baru Sehari Berkat Nikah

Juverson Dimu, Staf lapangan Roda Tani area Kupang timur menjelaskan, komoditas bawang Maserati dalam proses yang di lihat di lapangan memang punya banyak keunggulan baik dalam bobot  dan proses pertumbuhan.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved