Breaking News:

Berita Belu

Bupati Belu Serahkan GeNose ke Rumah Sakit Marianum Halilulik

GeNose hanya untuk scrining awal sedangkan pasien yang masuk rumah sakit harus menggunakan Test Cepat Molekuler

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp. PD menyerahkan satu unit GeNose atau alat tes cepat covid-19 ke Rumah Sakit Marianum Halilulik yang diterima┬áSekretaris Rumah Sakit, Sr. Agustin Nahak, SSpS, Selasa 24 Agustus 2021. 

Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Teni Jenahas

POS KUPANG. COM, ATAMBUA--Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp. PD menyerahkan satu unit GeNose atau alat tes cepat covid-19 ke Rumah Sakit Marianum Halilulik, Selasa 24 Agustus 2021.

GeNose yang merupakan produk buatan Indonesia ini digunakan untuk tes cepat covid-19 hanya dengan menggunakan embusan nafas. Tingkat akurasi GeNose di atas 95 persen atau hampir sama dengan tes rapid antigen. 

"GeNose ini adalah alat pemeriksaan covid hanya dengan tiup saja. Tingkat akurasinya di atas 95 persen sama dengan rapid antigen. Kita pakai GeNose untuk tingkat scrining atau tes massal", jelas Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp. PD kepada wartawan, Selasa 24 Agustus 2021. 

Menurut Bupati Agus Taolin, Pemkab Belu mempersiapkan 10 unit GeNose untuk melakukan tes covid-19 secara massal. Alat ini ditempatkan di rumah sakit dan beberapa fasilitas publik. 

Petugas kesehatan juga bisa membawa alat ini untuk tes massal kemana-mana. Tapi jika ada kendala seperti listrik, maka petugas cukup membawa kantong lalu orang yang hendak ditest itu menghembuskan nafasnya ke dalam kantong.

Udara dalam kantong tersebut yang akan dites dan dengan cepat akan diketahui hasilnya. Hasil tesnya, entah positif atau negatif segera disampaikan kepada orang yang bersangkutan. 

Baca juga: Pemkab Belu Beri Perhatikan Khusus Bagi Pasien Positif COVID-19 yang Isolasi

Bupati menjelaskan, test covid-19 bisa menggunakan GeNose, rapit antigen, TCM dan PCR. Test menggunakan GeNose hanya untuk scrining awal sedangkan pasien yang masuk rumah sakit harus menggunakan Test Cepat Molekuler (TCM) atau PCR. 

"Kita pakai GeNose ini untuk scrining awal atau tes massal. Tapi kalau pasien masuk rumah sakit, kita harus pakai Tes Cepat Molekuler atau PCR. Saya ulangi lagi, yang rawat di rumah sakit pakai TCM atau PCR", terang dokter spesialis penyakit dalam ini. 

Lanjut Bupati Belu, mendeteksi dini COVID-19 dengan tes cepat merupakan bagian penting dalam memutus mata rantai penularan dan penyebaran COVID-19.

Selama ini, test COVID-19 bermacam-macam jenis, seperti rapid antigen, TCM dan PCR. Test semacam ini harus memasukan alat ke dalam tubuh untuk mengambil sampel.

Terkadang masyarakat merasa takut untuk test sehingga pemerintah mencari jalan keluar dengan mengadakan GoNose. Saat ini sudah ada 10 unit GeNose siap pakai.

Sekretaris Rumah Sakit Katolik Marianum Halilulik, Sr. Agustin Nahak, SSpS menyampaikan terima kasih kepada Bupati Belu yang telah memberikan perhatian dalam pelayanan RSK Marianum.

Baca juga: Pemkab Belu Terus Percepat Realisasi Anggaran

"Terima kasih kepada Bupati Belu. Semoga bantuan ini membuat manajemen dan seluruh tenaga kesehatan RSK Marianum Halilulik lebih bersemangat dalam memberikan pelayanan serta mau berkorban untuk menolong orang lain", ungkapnya. (*)

Berita Belu Terkini
 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved