Breaking News:

Berita Sumba Barat

Bupati Yohanis Buka Kegiatan Konsultasi Publik Penyusunan KLHS RPJMD Sumba Barat

Bupati Sumba Barat, Yohanes Dade, S.H membuka kegiatan konsultasi publik pertama

Penulis: Petrus Piter | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Petrus Piter
Penjabat Sekda Sumba Barat, Drs.Daniel B.Pabala (kedua daru kiri) secara resmi membuka kegiatan KHLS-RPJMD Kabupaten Sumba Barat 2021-2026, Senin 23 Agustus 2021 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM, WAIKABUBAK - Bupati Sumba Barat, Yohanes Dade, S.H dalam hal ini diwakili Penjabat Sekretaris Daerah, Drs.Daniel B.Pabala secara resmi membuka kegiatan konsultasi publik pertama tentang penyusunan kajian lingkungan hidup strategis rencana pembangunan jangka menengah daerah ( KLHS RPJMD) Kabupaten Sumba Barat tahun 2021-2026, Senin 23 Juli 2021.

Dalam sambutannya sebagaimana dibacakan Sekretaris Daerah, Drs.Daniel B.Pabala, Bupati Yohanis Dade mengatakan, kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) merupakan rangkaian analisis sistematis, menyeluruh, dan partisipatif untuk memastikan prinsip pembangunan berkelanjutan menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah dan atau kebijakan, rencana dan program (KRP) melalui antisipasi kemungkinan dampak negatif kebijakan, rencana dan program terhadap lingkungan hidup.

Lebih lanjut, ia menyebutkan, kajian lingkungan hidup strategis juga
dapat mengevaluasi sejauh mana kebijakan, rencana dan program yang akan diterbitkan berpotensi meningkatkan risiko perubahan iklim, meningkatkan kerusakan, kemerosotan atau kepunahan keanekaragaman hayati, meningkatkan intensitas bencana banjir, longsor, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan terutama pada daerah yang kondisinya tergolong kritis.

Dikatakan, bangunan pembentuk kajian lingkungan hidup strategis adalah rangkaian proses mengumpulkan, menganalisis dan menghasilkan informasi, rangkaian proses dialog pihak-pihak berkepentingan dan rangkaian proses mempengaruhi pengambilan keputusan akhir kajian, rencana dan program. Baginya kajian lingkungan hidup strategis memiliki kualitas baik bukan hanya karena analisisnya baik tetapi karena dapat mempengaruhi muatan akhir kajian, rencana dan program sehingga keputusan yang dibuat akuntabel. Hal ini dapat tercapai apabila KLHS dilaksanakan dengan melibatkan pemangku kepentingan yakni para perencana, pengambil keputusan dan masyarakat.

Baca juga: Bupati Sumba  Barat, Yohanis Dade, S.H Larang Warga Gelar Pesta

Berdasarkan pemikiran tersebut maka diperlukan suatu kegiatan penyusunan kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD). Kegiatan ini menjadi salah satu pilihan alat bantu melalui perbaikan kerangka pikir perencanaan tata ruang wilayah dan perencanaan pembangunan daerah untuk mengatasi persoalan lingkungan hidup.

Pada saat ini, Sumba Barat sedang dalam proses penyusunan RPJMD, tujuan penyusunan kajian lingkungan hidup strategis adalah untuk mengarusutamakan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan di dalam kebijakan, rencana dan program yang tertuang dalam dokumen RPJMD, rencana dan program tersebut dapat disempurnakan.

Dalam penyusunan dokumen KLHS RPJMD Kabupaten Sumba Barat baik isu strategis sebagaimana tertuang dalam RPJMD dengan banyaknya tahapan dan data yang dibutuhkan dalam penyusunan KLHS untuk kebutuhan penyusunan dokumen KLHS-RPJMD maka diharapkan dukungan dari semua pihak dalam memberikan data dan informasi guna penyelesaian penyusunan dokumen tersebut.

Untuk itu melalui pertemuan tersebut, Bupati Yohanis Dade mengingatkan pimpinan perangkat daerah agar segera melengkapi format data-data yang diminta Bappeda dan tim guna penyelesaian penyusunan dokumen RPJMD Kabupaten Sumba Barat.

Baca juga: Bupati Sumba Barat, Yohanes Dade : Kota Waikabubak Mulai Bersih  dan Terang Benderang

Sebagai pimpinan daerah, berharap agar dokumen KLHS - RPJMD Kabupaten Sumba Barat disusun secara terpadu dan berkelanjutan. Dengan demikian akan tercapai keserasian, keselarasan dan keseimbangan dalam perencanaan pembangunan dengan tetap memperhatikan faktor daya dukung lingkungan dan kearifan budaya lokal.

Untuk itu,Pemerintah Daerah Sumba Barat menyampaikan terima kasih pada tim LP2K ITN Malang yang telah membantu dalam penyusunan dokumen ini. (*)

Berita Sumba Barat Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved