Sholat Tahajud
Tata Cara Sholat Tahajud Disertai Bacaan Niat dan Doa Serta Keutamaan Sholat Tahajjud
Doa Setelah Sholat Tahajud yang dianjurkan di antaranya terkait dengan keselamatan di dunia dan akhirat.
Tata Cara Sholat Tahajud Disertai Bacaan Niat dan Doa Serta Keutamaan Sholat Tahajjud
POS-KUPANG.COM - Satu di antara waktu yang istimewa untuk berdoa adalah di seprtiga malam terakhir. Tepatnya setelah Sholat Tahajud atau Sholat Malam atau Qiyamul Lail.
Kendati setiap sholat ada bacaan doanya, namun untuk Doa Setelah Sholat Tahajud ada juga doa yang dianjurkan untuk dipanjatkan.
Doa Setelah Sholat Tahajud yang dianjurkan di antaranya terkait dengan keselamatan di dunia dan akhirat.
Ada juga doa untuk mendapatkan rezeki berlimpah, nikmat sehat, doa untuk hajat atau keinginan hingga doa untuk taubat.
Baca juga: Waktu, Tata Cara hingga Doa Setelah Sholat Tahajud, Ada Niat Sholat Malam atau Qiyamul Lail
Doa merupakan suatu permohonan atau permintaan yang bersifat baik terhadap Allah SWT.
Doa merupakan ibadah, bahkan juga inti dari ibadah tersebut sebagai contoh ibadah haji.
Apalagi hakekatnya ibadah ialah ungkapan dari lahirnya kesadaran nurani atau perasaan hajat meminta pertolongan atau bantuan Allah SWT.
Setelah Sholat Tahajud, ada doa yang bisa dipanjatkan kepada Allah SWT.
Baca juga: Bacaan Niat dan Doa setelah Sholat Tahajud, Lengkap Dengan Tata Caranya
Berikut ini adalah bacaan doa sholat Tahajud pendek Arab, Latin dan Artinya :
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbanaa aatina fid-dun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa adzaaban-naar.
Artinya:
Baca juga: Sholat Tahajud, Niat, Tata Cara dan Doa Setelah Shalat Tahajud, Arab, Latin dan Artinya
"Ya Allah Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa api neraka."
Dalam hadis Bukhari dinyatakan, bahwa Rasulullah SAW jika bangun dari tidurnya di tengah malam lalu bertahajud membaca doa:
اَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ،
وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ،
وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ،
وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ،
وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ،
وَلَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ الْحَقُّ،
وَوَعْدُكَ الْحَقُّ،
وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ،
وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ،
وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ،
اَللّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ،
وَبِكَ آمَنْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ،
وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ،
وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ،
أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ،
لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَنْتَ إِلٰهِيْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ
Allahuma lakal hamdu Anta nuurussamaawaati wal ardli wa man fiihinna. Walakal hamdu Anta qayyimussamaawaati wal ardli wa man fihinna.
Walakal hamdu Anta rabbussamaawaati wal ardli wa man fiihinna.
Walakal hamdu Anta mulkussamaawaati wal ardli wa man fiihinna.
Walakal hamdu Anta malikussamaawaati wal ardli.
Walakal hamdu, Antal haqqu wa wa'dukal haqqu, wa qaulukal haqqu, wa liqaa ukal haqqu.
Waljannatu haqqun wannaru haqqun. Wannabiyyuuna haqqun, wa Muhammadun haqqun, wassaa 'atu aqqun. Allahuma laka aslamtu.
Wa 'alaika tawakkaltu, wabika aamantu, wa ilaika aanabtu, wabia khaashamtu. wa ilaika haakamtu.
Faghfirlii maa qaddamu wa maa akhkhartu wa maa asrartu wa maa a'lantu antal muqaddimu wa antal mu akhkhiru, laa ilaa ha illaa anta ilaihi laa ilaaha illa anta.
Artinya:
“Ya, Allah! Bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan bumi serta seisinya.
Bagi-Mu segala puji, Engkau Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu kerajaan langit dan bumi serta seisi-nya.
Bagi-Mu segala puji, Engkau benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, bertemu dengan-Mu benar, Surga adalah benar (ada), Neraka adalah benar (ada), (terutusnya) para nabi adalah benar, (terutusnya) Muhammad adalah benar (dari- Mu), peristiwa hari kiamat adalah benar.
Ya Allah, kepada-Mu aku pasrah, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku kembali (bertaubat), dengan pertolongan-Mu aku berdebat (kepada orang-orang kafir), kepada-Mu (dan dengan ajaran-Mu) aku menjatuhkan hukum.
Oleh karena itu, ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang.
Engkaulah yang mendahulukan dan mengakhirkan, tiada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau”.
Niat Sholat Tahajud
Salat Tahajud (bahasa Arab: صلاة التهجد, translit. ṣalātu-at-tahajjud) adalah salat sunah muakad yang didirikan pada malam hari atau sepertiga malam setelah terjaga dari tidur.
Tahajud dapat didirikan saat sepertiga malam awal, tengah, maupun akhir.
Tetapi dasarnya didirikan setelah mendirikan salat wajib Isya'.
Sholat Tahajud dapat dikerjakan sedikitnya dua rakaat dan sebanyak-banyaknya tidak terbatas.
Berikut ini niat Sholat Tahajud :
صَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatat-Tahajjudi rak’ataini lillaahi ta’aalaa.
Artinya: "Saya (berniat) mengerjakan sholat sunnah Tahajjud dua raka’at semata-mata karena Allah Ta’ala."
Tata Cara Sholat Tahajud
1. Membaca niat sholat tahajud seperti yang terlah tertulis di atas. Lanjutkan dengan melakukan Takbiratul Ihram (membaca Allahuakbar sambil mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga),
2. Membaca doa iftitah dan surah Al Fatihah dan membaca surat-surat pendek Al-Quran seperti An-Nas, Al-Ikhlas, Al-Falaq, atau surat pendek apa saja dalam Al Quran,
3. Lakukan langkah-langkah sholat pada umumnya seperti rukuk dan sujud yang lalu rakaat kemudian disamakan dengan rakaat pertama (kecuali doa iftitah),
4. Lakukan tahiyat akhir dan salam. Selanjutnya, Anda disunahkan membaca bacaan wirid, tasbih, tahmid, sholawat, istigfar, lalu membaca doa sholat tahajud.
Kapan Waktu Terbaik Sholat Tahajud ?
Sholat malam paling baik dan utama adalah sholat yang dikerjakan pada sepertiga malam yang terakhir.
Pada waktu-waktu tersebut, doa-doa akan diijabah oleh Allah SWT.
Hal ini merujuk hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwasannya Nabi pernah bersabda,
“ Allah turun ke langit dunia setiap malam pada sepertiga malam terakhir. Allah lalu berfirman, Siapa yang berdoa kepada-Ku niscaya Aku kabulkan! Siapa yang meminta kepadaKu niscaya Aku beri! Siapa yang meminta ampun kepada-Ku tentu Aku ampuni. Demikianlah keadaannya hingga fajar terbit”. (HR Bukhari dan Muslim).
Mengutip buku Risalah Tuntunan Salat Lengkap, waktu melaksanakan sholat Tahajud dibagi menjadi tiga bagian, diantaranya sebagai berikut :
* Sepertiga Pertama, yaitu dari pukul 19.00 sampai pukul 22.00, ini saat utama.
* Sepertiga Kedua, yaitu dari pukul 22.00 sampai pukul 01.00, ini saat yang paling utama
* Sepertiga Ketiga, yaitu pukul 01.00 sampai dengan masuknya waktu subuh, ini adalah saat yang paling utama.
Bolehkah Sholat Tahajud Tanpa Tidur ?
Terkait hal ini, Ustaz Khalid Basalamah mengatakan boleh menunaikan Sholat Tahajud tanpa tidur dahulu.
Kendati demikian, Ustaz Khalid Basalamah berujar kalau alangkah baiknya tidur dahulu sebelum melaksanakan Sholat Tahajud.
"Tidak harus tidur, tapi afdolnya (lebih baik) tidur terlebih dahulu," ujar sang Ustaz.
Ustaz Khalid Basalamah kemudian memberikan contoh ketika seseorang sedang begadang, namun ingin menunaikan Sholat Tahajud.
"Boleh tidak tidur, kalau sedang begadang lalu dia sholat malam ya boleh saja,"
"Tapi afdolnya (lebih baik) memang harus tidur," terangnya.
Artikle ini telah tayang di Tribun Pontianak.Com dengan judul Doa Tahajud , Jam yang Tepat untuk Sholat Tahajud dan Urutan Tata Cara Sholat Tahajud