Opini Pos Kupang

Dilema PPKM dan Resiliensi Masyarakat

Sudah beberapa pekan ini pemerintah menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM)

Editor: Kanis Jehola
Dok Pos-Kupang.Com
Logo Pos Kupang 

Kedua, sikap resiliensi bisa dibangun dengan memanfaatkan situasi ini untuk menjadi lebih kreatif, inovatif dalam mengembangakan hal-hal yang positif yang ada pada individu.

Orang mesti bisa mengeksplorasi kemampuan-kemampuan positif yang bisa disumbangkan untuk membantu pemerintah maupun sesama dalam mengatasi dan mengurangi bahaya pandemi Covid-19.

Beberapa hal yang bisa diusahakan seperti berpikir kreatif dan berinovasi merancang usaha secara online. Atau beberapa kegiatan seperti solidaritas tabung oksigen oleh program Oksigen Untuk Warga, yang dibuat oleh para relawan di Jakarta untuk membantu kelangkaan oksigen (kompas.com 7/7/2021), atau mahasiswa di Jawa Tengah yang melakukan kampanye dan pembagian masker secara terarah dan terencana (gatra.com. 31/7/2021), bisa menjadi contohya.

Tindakan-tindakan seperti di atas bisa membuat orang melihat PPKM bukan menjadi moment yang membatasi manusia dan akhirnya kalah melawan Covid. Sebaliknya, situasi seperti ini tentu akan menjadi kesempatan baik untuk mengurangi efek buruk situasi pandemi Covid 19.

Penerapan resiliensi masyarakat seperti yang tertera di atas diharapkan bisa membuat PPKM tidak menjadi kebijakan yang menuai dilema. Sebaliknya, dilema ini bisa dibuah menjadi ajang untuk memperkuat daya pikir, daya juang dan memperteguh moral bangsa di tengah pandemi.

Dengan begitu PPKM tidak terus dilihat sebagai yang negatif, tetapi manjadikan itu sebagai yang positif, karena hal-hal positif pun bisa membantu meningkatkan imun di tengah pandemi ini. Itu penting karena kita manuia mesti lebih kuat, lebih taktis dan lebih cerdas dari virus Covid-19. (*)

Baca Opini Pos Kupang Lainnya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved