Breaking News:

Berita Belu

Dinas Peternakan Belu Edukasi Peternak Bangun Rumah Singgah Ternak

Masing-masing rumah singgah memiliki hijauan pakan ternak (HPT) seluas satu sampai dua hektare

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Salah satu rumah singgah ternak (cows shelter) di Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu.  

Dinas Peternakan Belu Edukasi Peternak Bangun Rumah Singgah Ternak

Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Teni Jenahas

POS KUPANG. COM, ATAMBUA--Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Belu mendorong peternak agar membangun rumah singgah ternak (cows shelter) yang berlokasi di desa. 

Rumah singgah hewan dibangun di setiap desa yang digagas oleh masyarakat sendiri dengan tujuan sebagai pusat informasi, edukasi dan pelaksanaan IB dan pengendalian penyakit. 

Rumah singgah ternak ini menjadi salah satu solusi untuk memperlancar pelaksanaan program inseminasi buatan (IB) ternak sapi demi terwujudnya program unggulan dirjen peternakan dan kesehatan hewan yang dinamakan Sikomandan (Sapi kerbau komunitas andalan negeri). 

Hal ini disampaikan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Belu, Drs. Nikolaus Umbu Birri, MM, Senin 9 Agustus 2201.

Dikatakannya, program IB bertujuan meningkatkan populasi, produksi dan kualitas ternak sapi. Dalam tataran pelaksanaannya, dinas tidak bisa bekerja sendiri tetapi membutuhkan dukungan aktif dari peternak. 

Baca juga: Pemkab Belu Dapat Vaksin Moderna 900 Vial

Untuk lebih efektif dan tersistem, diperlukan rumah singgah ternak yang berlokasi di desa. Selain untuk pelaksanaan IB, rumah singgah ternak ini menjadi pusat informasi, edukasi, sosialisasi dan pengendalian penyakit ternak. 

"Jadi kami ingin satu paket. Kita turun ke desa itu pakai tim, ada untuk IB, sosialisasi, edukasi dan pengendalian penyakit. Tiap bulan tim turun ke desa untuk kontrol. Bawa dengan alat timbang digital", kata Nikolaus. 

Lanjut Nikolaus, rumah singgah sudah dilaksanakan sejak tahun 2019 di Desa Dafala. Tahun 2020 di Desa Bauho dan tahun 2021 di Desa Manleten.

Masing-masing rumah singgah memiliki hijauan pakan ternak (HPT) seluas satu sampai dua hektare. Selain rumput alam, petani juga menanam rumput 

seperti gajah odot, kinggres, lamtoro dan gala-gala. 

Baca juga: Pemkab Belu dan Unimor Teken MoU Penyelenggaraan Tri Dharma PT

Kata dia, untuk rumah singgah ternak di Desa Dafala memiliki daya tampung 10 ekor ternak sapi, di Desa Bauho enam ekor.

Sedangkan rumah singgah ternak yang bangun tahun 2021 di Desa Manleten memiliki daya tampung 20 ekor. (*)

Berita Belu Terkini 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved