Penemuan Tengkorak Manusia di TTS

Tengkorak Manusia yang Ditemukan Diduga Warga Bijaepunu

Tulang tengkorak manusia yang ditemukan di Dusun Apsin, Desa Bijaepunu, Kecamatan Fatumnasi diduga merupakan warga Desa Bijaepunu

Penulis: Dion Kota | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Dorce Tafui (35), istri Korban 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota

POS-KUPANG.COM, SOE - Tulang tengkorak manusia yang ditemukan di Dusun Apsin, Desa Bijaepunu, Kecamatan Fatumnasi diduga merupakan warga Desa Bijaepunu bernama Osim Nomneni.

Korban diketahui bernama Osim Nomneni. Korban diketahui meninggalkan rumah pada 17 Juli lalu pada malam hari.

Wati Nomeni, saudari kandung korban mengatakan, tiga tahun terakhir, korban tinggal bersama ibu mereka, Elisabeth Naben di Desa Bijaepunu.

Korban diketahui selama ini mengalami gangguan kejiwaan dan sering keluar pada malam hari.

Baca juga: BREAKING NEWS: Melkias Kaget Lihat Anjing Gigit Tengkorak Manusia

" Korban ini ada gangguan jiwa sedikit dan sering keluar pada malam hari. Tapi biasanya pagi-pagi dia pulang. Tapi pada 17 Juli malam itu korban keluar dan tidak pulang lagi," ungkapnya.

Pihak keluarga lanjutnya, sudah berusaha mencari korban namun tidak menemukan keberadaan korban. Pada Kamis pagi, dirinya mendapat informasi penemuan tulang manusia yang diduga korban.

"Kami dapat informasi ada penemuan tengkorak manusia di desa Fatukopa ini. Kami curiga ini tulang Keluarga kami," ujarnya.

Kami yakin jika tulang yang ditemukan tersebut adalah tulang korban karena di lokasi penemuan ditemukan tas sirih pinang dan celana milik korban.

Baca juga: Warga Ilinmedo Sikka Temukan Tengkorak Manusia di Kebun, Ini Identitasnya

"Kami yakin itu tulang korban karena di lokasi kami temukan tas dan celana korban," tegasnya.

Korban sendiri diketahui sudah menikah dengan, Dorce Tafui (35). Korban telah dikaruniai 4 anak setelah 15 tahun menikah. Dorce membenarkan jika korban mengalami gangguan jiwa.

Sejak tiga tahun lalu, korban keluar dari rumah dan tinggal bersama ibunya di Desa Bijaepunu.

"Korban ini memang punya gangguan jiwa. Kalau Kambu korban suka pukul-pukul kami. Makanya sejak tiga tahun lalu, korban tinggal dengan ibunya," tutur Dorce.

Diberitakan sebelumnya, Melkias Banoet warga Desa Fatukoto, Kecamatan Fatumnasi kaget melihat anjing peliharaannya sedang menggigit tulang tengkorak kepala manusia, Kamis 5 Juli 2021 pagi di kebunnya, Dusun Apsin.

Melkias lalu mengikuti anjing tersebut ke dalam hutan dan menemukan potongan tulang manusia lainnya.

" Saya posisi ada di kebun bersama anak saya. Lalu kami mendengar gonggongan anjing dan melihat anjing tersebut sedang memainkan tulang tengkorak manusia. Anjing tersebut lalu berlari ke dalam hutan sambil menggigit tulang tengkorak tersebut," tutur Melkias. (*)

Berita Kabupaten TTS Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved