Breaking News:

Berita Belu

Anggota DPRD Belu, Marthen Naibuti Divonis Satu Bulan Penjara

Semoga dengan hasil putusan ini, bisa mengobati, menyembuhkan rasa sakit yang mereka alami selama ini. Mereka ada keluarga saya

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Sidang perkara penghinaan yang dilakukan Marthen Naibuti di Pengadilan Negeri Atambua, Kamis 4 Agustus 2021. 

Anggota DPRD Belu, Marthen Naibuti Divonis Satu Bulan Penjara

Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Teni Jenahas

POS KUPANG. COM, ATAMBUA--Terdakwa Marthen Martins Naibuti divonis bersalah oleh Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kelas IB Atambua karena terbukti melakukan tindak pidana penghinaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 315 ayat (1) KUHP terhadap sembilan orang warga Kuneru, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu.

Dalam amar putusan, terdakwa dinyatakan bersalah dan menjalani hukuman 1 bulan penjara dengan percobaan hukuman selama 2 bulan dan denda sebesar Rp 2.000.

Sidang perkara ini dipimpin Majelis Hakim, Junus Dominggus Seseli, SH dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Atambua, Kamis 4 Agustus 2021 sekira pukul 15:00 Wita.

Hadir dalam sidang tersebut yaitu Panitera Pengganti, Konstantinus Nahas, SH, Penuntut, Brigpol Charles Lapudooh dan terdakwa Marthen Martins Naibuti yang adalah anggota DPRD Kabupaten Belu dari Fraksi Gerindra

Kemudian sembilan orang korban yakni, Yopianus Naimau, Ermelinda Selestina Naimau, Melkianus Banu, Arkidius Mau, Viktoria Emanuela Naimanu, Albertus Ruben Fallo, Alexander Da Silva Mau dan Martinus Sari Laka.

Baca juga: Realisasi Program IB Ternak Sapi di Belu Sudah 240 Ekor

Marthen Naibuti yang dikonfirmasi Pos Kupang. Com, Kamis 5 Agustus 2021 mengatakan dengan singkat. 

"Semoga dengan hasil putusan ini, bisa mengobati, menyembuhkan rasa sakit yang mereka alami selama ini. Mereka ada keluarga saya dan pasti setelah ini kami baik-baik saja", ungkap Marthen yang adalah anggota DPRD Kabupaten Belu ini. 

Untuk diketahui, Marthen Naibuti dilaporkan ke polisi oleh sembilan orang warga terkait kasus dugaan penghinaan.

Hasil penyeledikan polisi, Marthen memenuhi unsur melakukan tindak pidana penghinaan hingga polisi menetapkannya sebagai tersangka hingga dilimpahkan ke Pengadilan. 

Kasus ini tidak hanya dilaporkan ke polisi, tapi juga dilaporkan ke DPRD Belu oleh sembilan orang korban. Lembaga DPRD Belu, melalui Badan Kehormatan memberikan saksi teguran keras kepada Marthen Naibuti.

Baca juga: Biarkan Warga Berkerumun, Tokoh Masyarakat Minta Bupati Belu Tegur Kades Fulur

 Hasil pemeriksaan BK DPRD Belu, Marthen terbukti melanggar kode etik sebagai anggota DPRD Kabupaten Belu sebagaimana termuat dalam Bab X pasal 12 huruf E. (*) 

Berita Belu terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved