DPRD Sumba Timur Minta Pilkades Ditunda Untuk Cegah Penyebaran Covid-19

DPRD Sumba Timur meminta agar pemerintah setempat menunda pelaksanaan pemilihan kepala desa ( Pilkades) di Sumba Timur

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
Sekretaris Komisi A DPRD Sumba Timur, Pdt. Yosua Maujawa 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Pihak DPRD Sumba Timur meminta agar pemerintah setempat menunda pelaksanaan pemilihan kepala desa ( Pilkades) di Sumba Timur. Pilkades ini direncanakan digelar pada Agustus 2021 ini.

Hal ini disampaikan Sekretaris Komisi A DPRD Sumba Timur, Pdt. Yosua Maujawa, Selasa 3 Agustus 2021.

Menurut Yosua, pemerintah sebaiknya menunda dulu pelaksanaan Pilkades dengan alasan bahwa saat ini Sumba Timur masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM) Level IV.

"Saat Pilkades boleh saja kita bilang ada prokotol kesehatan, tapi siapa yang menjamin. Saat ini di pasar saja, ada Satpol-PP, kadang masyarakat tidak taat prokotol kesehatan. Karena itu, kita minta agar Pilkades diundur," kata Yosua.

Baca juga: Ketua DPRD Sumba Timur Sembuh dari Covid-19

Dijelaskan, dalam tahapan saat ini saja sudah ada kerumunan-kerumunan, belum lagi antusias warga untuk memenangkan kandidatnya.

"Saya sendiri dalam sidang paripurna kali lalu sudah sampaikan ke pemerintah agar Pilkades ini digeser. Adanya PPKM bahkan PPKM Level 4 ini, maka Pilkades harus digeser jadwalnya dan bukan dibatalkan," katanya.

Dikatakan, seluruh tahapan tetap berjalan namun perlu ada pergeseran sehingga pelaksanaannya sesuaikan dengan PPKM.

"Kita lihat saja saat ini ada sekitar 3-4 calon kepala desa di satu desa. Nah kalau seperti itu banyak titik yang dilakukan dan ada perkumpulan-perkumpulan yang sangat rawan terjadinya klaster Pilkades. Saya sendiri sudah sarankan kepada pemerintah untuk tunda. Pak bupati berjanji untuk dicermati," jelasnya.

Baca juga: Ketua DPRD Sumba Timur Apresiasi  Kodim dan Polres Gencar Lakukan Vaksinasi Covid-19

Dia mengakui,saat ini di Kecamatan Karera seperti di Desa Praimadita saka sudah ada kasus Covid-19.

Kemudian di Gongi saja ada yang meninggal dunia.

"Beberapa kepala desa juga ada yang layangkan keberatan ke DPRD dan juga pemerintah dan saya kira ini diselesaikan dulu oleh pemerintah sebelum menggelar Pilkades sambil menunggu berakhirnya PPKM," ujarnya.

Untuk diketahui Pilkades di Sumba Timur akan digelar di 100 desa. Rencana pelaksanaan Pilkades pada 25 atau 26 Agustus 2021. (*)

Berita Sumba Timur Lainnya

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved