Breaking News:

Nelayan Oesapa Raih Anugerah BMKG, Dwikorita Sebut Dewa Tokoh Inspiratif

BMKG menganugerahi penghargaan kepada Muhammad Mansur Dokeng, warga Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Logo BMKG 

POS-KUPANG.COM - BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) menganugerahi penghargaan kepada Muhammad Mansur Dokeng, warga Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Pria yang akrab disapa Dewa ini terpilih sebagai tokoh inspiratif dan berhak mendapat Anugerah BMKG karena berhasil menyelamatkan warga Kampung Nelayan Oesapa saat terjadi bencana alam akibat Siklon Tropis Seroja awal April 2021 lalu.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, Anugerah BMKG 2021 Kategori Tokoh Inspiratif pantas diberikan kepada Dewa berkat aksi nyatanya dalam menyelamatkan jiwa sekitar 120 keluarga warga Kampung Nelayan Kelurahan Oesapa.

"Berbekal informasi dari BMKG, beliau memimpin evakuasi warga desa dari ancaman Siklon Tropis Seroja. Keteladanan pak Dewa dalam hal sadar bencana terbukti bermanfaat, kemampuan membaca data didapat pak Dewa dari Sekolah Lapang Cuaca Nelayan BMKG. Kisah dari pak Dewa dan Anugerah BMKG ini diharapkan menjadi inspirasi, motivasi bagi kita agar sadar bencana untuk menuju Indonesia tangguh dan tumbuh," ujar Dwikorita dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Kamis 29 Juli 2021.

Baca juga: Info BMKG Kamis 29 Juli 2021: Waspada Gelombang Tinggi Capai 6 Meter di Selatan Jawa hingga NTB

Dewa adalah sosok nelayan. Ia mampu menyelamatkan ratusan warga di lingkungannya, karena mampu membaca pesan berantai dalam grup WhatsApp, yang isinya adalah grafis dan data mengenai perkembangan cuaca di Kupang yang secara drastis menjadi cuaca ekstrem hingga membentuk Siklon Seroja.

Atas pemahaman Dewa dalam menginterpretasikan pesan prakiraan cuaca dari BMKG dalam grup aplikasi seluler, Dewa meminta dan meneruskan informasi tersebut kepada seluruh masyarakat untuk segera mengungsi dan menyelamatkan diri, karena badai besar akan datang.

Atas arahan dan informasi Dewa berdasarkan info dan data BMKG warga Kampung Nelayan Kelurahan Oesapa segera berlindung dan selamat dari badai Siklon Seroja. Meski dalam peristiwa tersebut empat orang dinyatakan meninggal, sebab masih berada di tengah laut dan tidak mendapatkan pesan dari Dewa.

Dwikorita mengatakan, BMKG memiliki program agen perubahan iklim melalui berbagai bentuk informatif yang dikemas dalam pelatihan sekolah-sekolah dari komunitas. Sekolah Lapang BMKG ini terdiri dari Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Sekolah Lapang Geofisika, dan Sekolah Lapang Iklim.

Baca juga: Berpotensi Hujan Angin, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Untuk Wilayah ini Besok Minggu 25 Juli 2021 

Dwikorita menyebutkan tujuan diadakannya sekolah lapang BMKG ini adalah mewujudkan ketahanan masyarakat petani, nelayan, serta komunitas pegiat, dan pemangku kepentingan terhadap bahaya yang diakibatkan oleh kondisi cuaca, iklim, gempa bumi, dan tsunami, khususnya dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini.

Melonjaknya kejadian-kejadian cuaca dan iklim ekstrem serta kejadian gempa bumi beberapa tahun terakhir, lanjut Dwikorita, dapat mengancam keberlangsungan kegiatan pertanian, pelayaran, bahkan keselamatan bagi masyarakat, sehingga tidak bisa diabaikan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved