Breaking News:

Berita Kota Kupang

Kampus Politani Terapkan Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian di BUMP PT Setetes Madu Fatuleu

dipilihnya lokasi kegiatan ini karena akses kelokasi yang mudah dan strategis sekitar 30 km dari Kupang kelokasi.

Penulis: Ray Rebon | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/ISTIMEWA
Politani Negeri Kupang melalui Program Studi (Prodi) Penyuluh Pertanian Lahan Kering (PPLK) di  Desa Camplong II, Kecamatan Fatuleu, Kab Kupang, Senin 26 Juli 2021. 

Kampus Politani Terapkan Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian di BUMP PT Setetes Madu Fatuleu

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG-- Kampus Politani Negeri Kupang melalui Program Studi (Prodi) Penyuluh Pertanian Lahan Kering (PPLK) menerapkan penguatan kelembagaan petani melalui penerapan teknologi pengolahan  hasil pertanian di BUMP PT. Setetes Madu Fatuleu, Desa Camplong II, Kecamatan Fatuleu, Kab Kupang, Senin 26 Juli 2021.

Disebut BUMP PT Setetes Madu Fatuleu karena Gapoktan ini telah memiliki izin usaha dan berbadan hukum sehingga nama yang di masukan bukan Gapoktan lagi, namun bernama BUMP PT Setetes Madu Fatuleu.

Musa F. Banunaek, SP., M.Si selaku Koordinator kegiatan dalam keterangan tertulisnya menyampaikan latarbelakang dilakasanakan kegiatan ini karena ada bermacam-macam tujuan dan pilihan.

Kata dia, dipilihnya lokasi kegiatan ini karena akses kelokasi yang mudah dan strategis sekitar 30 km dari Kupang kelokasi.

Baca juga: DPRD Kota Kupang Segera Gelar RDP Bersama Pemkot Terkait Pemberhentian 80 PTT

Pemilihan lokasi ini juga didasari karena potensi SDM dan SDA yang ada sangat memadai, dimana jumlah anggota kelompok tani kurang lebih 250 org, yang berada di 4 kelompok tani dibawah binaan Badan Usaha Milik Petani (BUMP PT Setetes Madu Fatuleu). 

Sementara itu, kata dia sumber daya alam (SDA) dikelompok tani ini cukup tinggi, ada potensi peternakan (babi dan Sapi), ada potensi perkebunan (Jambu Mente) dan ada potensi pertanian (Jagung). 

Dia menyampaikan, dalam kegiatan usaha tani, Badan Usaha Milik Petani (BUMP PT Setetes Madu Fatuleu) mengalami kesulitan dalam hal pengolahan hasil pertanian mereka, dimana hingga saat ini anggota kelompok tani memasarkan hasil pertanian(Jagung) dalam bentuk jagung pipil dengan harga yang relatif rendah berkisar 2900/kg hingga 5000/kg. 

"Hal ini yang menyebabkan petani merasa tidak puas dan tidak termotivasi untuk terus mengembangkan produksi jagung," ujarnya.

Baca juga: 31 Warga NTT Positif Covid-19 Varian Delta, Kota Kupang Terbanyak, 4 Positif Covid-19 Varian Inggris

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved