Breaking News:

Taliban Belum Bisa Lega, Setelah AS Pergi, China dan Pakistan Siap Masuk Amankan Afganistan

Proses penarikan pasukan itu langsung diikuti oleh penikatan serangan militan Taliban hingga membuat wilayah Afganistan kembali memanas.

Penulis: Alfred Dama | Editor: Alfred Dama
edition.cnn.com/
Personel keamanan Afghanistan berjaga-jaga saat pasukan keamanan Afghanistan memerangi Taliban di Kandahar pada 9 Juli 2021. 

POS KUPANG.COM -- Proses penarikan ribuan pasukan Amerika dan sekutu dari Afganistan

Proses penarikan pasukan itu langsung diikuti oleh penikatan serangan militan Taliban hingga membuat wilayah Afganistan kembali memanas.

Bahkan , tidak sedikit pasukan pemerintah menyerah pada militan Taliban dan tidak sedikit wilayah itu yang sudah direbut dan dikuasai kembali oleh Taliban

Kekacuan di Afganistan ini pun memaksa China dan Pakistan sepakat mengamankan wilayah itu

Baca juga: Nasib Tragis Sohail Pardis Jadi Alasan Warga Afghanistan Takut Akan Pembalasan Taliban

Dikutip dari Global Times, Penasihat Negara China dan Menteri Luar Negeri , Wang Yi mengatakan pada hari Sabtu 24 Juli 2021, China dan Pakistan, keduanya negara tetangga Afghanistan, akan mengambil tindakan bersama untuk mengatasi efek limpahan dari memburuknya situasi keamanan di Afghanistan. 

Bersama , Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi di Chengdu, Provinsi Sichuan China Barat Daya, Wang mengatakan, penarikan pasukan AS yang tergesa-gesa dari Afghanistan tidak mencapai tujuan anti-terorisme, atau membawa perdamaian ke negara itu, tetapi menciptakan lubang hitam keamanan baru di sana.

China dan Pakistan menghadapi dampak langsung dari memburuknya situasi di Afghanistan, dan itu adalah salah satu agenda penting kunjungan Qureshi ke China untuk meningkatkan kerja sama dan menangani situasi tersebut, kata Wang.

Baca juga: Jenderal Amerika Ungkap Taliban Kuasai Setengah Distrik Afganistan , 34 Kota Provinsi Masih Bertahan

China dan Pakistan akan mengejar harapan perdamaian dalam upaya untuk mencegah perang saudara di Afghanistan, dan menengahi negosiasi antara Afghanistan, kata Wang.

Dia menambahkan bahwa kedua negara akan bersama-sama memerangi semua kekuatan teroris, mendorong kerja sama antara negara-negara tetangga Afghanistan, membantu pembangunan kembali damai Afghanistan dan mengundang masyarakat internasional untuk membantu mewujudkan perdamaian dan stabilitas di Afghanistan.
Itu termasuk mendesak AS dalam menjalankan tanggung jawabnya.*

Baca artikel lain terkait Taliban

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved