Breaking News:

Berita Manggarai Barat

Dugaan Pencurian Terumbu Karang di TNK, WALHI NTT: BTNK Sebagai Benteng Konservasi yang Rapuh

Usai melancarkan aksinya, terumbu karang selanjutnya diamankan di perairan yang tidak ada arus serta tidak mudah diketahui warga.

Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
pos kupang.com, gecio viana
Umbu Wulang T Paranggi, Direktur Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) NTT 

Dugaan Pencurian Terumbu Karang di TNK, WALHI NTT: BTNK Sebagai Benteng Konservasi yang Rapuh

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Dugaan aksi pencurian terumbu karang di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) marak terjadi selama satu bulan terakhir, Jumat 23 Juli 2021.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) NTT, Umbu Wulang Tanaamahu Paranggi menyebut, hal tersebut menunjukkan Balai TNK sebagai benteng terdepan konservasi yang rapuh.

Umbu Wulang melontarkan pernyataan tersebut, sebab pada beberapa tahun lalu sering terjadi praktik pencurian rusa di kawasan TNK dalam jumlah besar serta anak-anak komodo.

"Praktik pencurian terumbu karang itu, untuk kesekian kalinya menunjukkan Balai TNK sebagai benteng perlindungan konservasi di kawasan tersebut adalah benteng yang rapuh. Kita masih ingat beberapa tahun lalu di mana terjadi pencurian mata rantai komodo yakni rusa dalam jumlah yang besar, pencurian anak-anak komodo di TNK," tegasnya saat dihubungi dari Labuan Bajo.

Sebagai benteng konservasi yang rapuh, lanjut Umbu Wulang, Balai TNK dinilai tidak mampu melindungi keanekaragaman hayati yang ada di taman nasional yang signifikan. 

Baca juga: Dua Pasien Positif COVID-19 di Kabupaten Manggarai Barat Meninggal

"Dan ini menjadi evaluasi yang serius. Jika ada istilah pariwisata premium, maka harus ada evaluasi premium keberadaan Balai TNK dalam melindungi keanekaragaman hayati di sana," paparnya.

Umbu Wulang menuturkan, dugaan praktik-praktik pencurian terumbu karang ini akan berdampak buruk pada ekosistem laut terutama di kawasan TNK, maupun kawasan lainnya yang memiliki terumbu karang.

"Kita tahu secara umum bahwa terumbu karang merupakan salah satu mata rantai makanan dalam ekosistem, atau tempat makanan dan menjadi tempat berkembang biak ikan serta menjadi penyangga utama kehidupan bawah laut kita," ujarnya.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved