Breaking News:

Citi Indonesia Donasi Rp 200 Juta Bagi Warga NTT Dalam Rangka Global Community Day 2021

Global Community Day 2021 menjadi momentum bagi Citi untuk mengambil peran dalam percepatan pemulihan ketersediaan pangan bagi warga di NTT

Penulis: Hermina Pello | Editor: Hermina Pello
Tangkap Layar Acara peluncuran program food estate
Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia, Puni Ayu Anjungsari, memimpin pembukaan kegiatan Citi Global Community Day “Reimagined Special Focus” Food Security” yang disaksikan oleh Digital, Pertnership & Innovation Director Wahana Visi Indonesia Asteria Aritonang, Kepala BPBD Sumba TImur, Ir. Mikail Jaka Laki, dan Kepala Dinas Pertanian Sumba Timur Oktavianus Mb.Muku pada Kamis (22/07/2021). 

POS-KUPANG.COM - Citi Indonesia kembali menyelenggarakan Citi Global Community Day 2021 kali ke-16 tahun ini, sebagai salah satu perwujudan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) kepada masyarakat.

Menggandeng Yayasan Wahana Visi Indonesia (WVI), Citi mendonasikan dana sebesar 200 juta rupiah kepada petani di Nusa Tenggara Timur untuk pembelian alat pertanian, benih dan pupuk, sehingga diharapkan kegiatan pertanian kembali pulih dan ketahanan pangan tercapai.

Citi Global Community Day merupakan kegiatan tahunan Citi Indonesia di seluruh dunia, termasuk juga di Indonesia.

Tahun ini, Citi Indonesia mengusung tema “Reimagined Special Focus: Food Insecurity”.

Baca juga: Dominggus Njurumay, Petani Milenial Malaka Hasilkan Puluhan Juta dari Budidaya Tomat di Lahan Kering

Acara penyerahan donasi ini digelar secara virtual, pada Kamis 22 Juli 2021. Turut hadir dalam acara, Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia, Puni Ayu Anjungsari, Digital, Pertnership & Innovation Director WVI Asteria Aritonang, perwakilan dari Pemerintah Daerah NTT yaitu, Kepala Dinas Pertanian Sumba Timur, Oktavianus, Mb. Muku, dan Kepala Pelaksana BPDP Sumba Timur, Ir. Mikail Jaka, serta tiga orang petani yang menerima donasi secara simbolis.

Tema food insecurity yang diusung oleh Citi Indonesia, berfokus pada permasalahan kerawanan pangan dan kelaparan. Berdasarkan data statistik, tercatat tingkat kelaparan di Indonesia masih cukup tinggi meskipun pada 2020 lalu sempat terjadi penurunan. Data Global Hunger Index (GHI) 2020 menunjukkan tingkat kelaparan di Indonesia meraih skor 19,1 atau turun 1 poin dari skor 20,1 pada 2019.

Provinsi Nusa Tenggara Timur, merupakan salah satu wilayah yang rentan akan krisis pangan dan kelaparan.

Data dari Kementerian Sosial sejak 2018 lalu, menunjukkan bahwa faktor curah hujan yang minim merupakan salah satu penyebab kekeringan berkepanjangan.

Baca juga: Petani Kiritana Sumba Timur Terancam Gagal Panen Akibat Serangan Belalang

Kekeringan tersebut, berimbas kepada kegiatan panen hanya dapat dilakukan sekali dalam setahun. Pemerintah pun mencanangkan program Food Estate, atau lumbung pangan, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat, demi menciptakan ketahanan pangan jangka panjang.

Provinsi NTT merupakan salah satu wilayah yang dipilih dalam implementasi program Food Estate, dengan rencana pengembangan lahan seluas 10.000 hektar di wilayah Sumba Tengah.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved