Breaking News:

Berita Belu

Salman Subakat Dorong Budaya Inovasi di Sektor Pendidikan 

Salman Subakat terus menyebarluaskan konsep ekosistem pendidikan berbasis inovasi di setiap level satuan pendidikan, dari SD sampai perguruan

Editor: Ferry Ndoen
Istimewa
BERI MATERI---CEO Paragon Technology and Innovation Salman Subakat saat memberikan materi kepada peserta Program Fellowship Jurnalisme Pendidikan secara virtual, Rabu 21 Juli 2121. 

Dari latar belakang orang tua yang adalah dosen, Salman Subakat menjalani kehidupannya penuh warna. Ia memaknai kehidupan untuk belajar dan berbagi. Berbagi ide, gagasan, motivasi, inspirasi dan inovasi bahkan materi juga. Semua itu dilakukannya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. 

Baginya, memberi warna buat kehidupan orang lain adalah passion dan oppurtunity. 

Meski ia memimpin sebuah perusahan yang bergerak di bidang kosmetik namun cara pikir dan tindakan Salman Subakat melampau batas. Ia memikirkan nasib pendidikan Indonesia saat ini. Ia meramalkan apa yang bakal terjadi dengan pendidikan Indonesia 10-20 tahun yang akan datang. Cara pikir dan tindakannya sudah melebihi apa yang dipikirkan para pemangku kepentingan di bidang pendidikan.

Keterlibatan sosial Salman di bidang pendidikan bukan lagi sebatas kewajiban dan tanggungjawab tetapi lebih pada sebuah panggilan hidup.

Tindakan yang dilakukan CEO Paragon ini dapat dimaknai sebagai bentuk ajakan bagi masyarakat untuk berbagi manfaat melalui inovasi. Memang di negeri ini tidak kekurangan orang baik tetapi banyak orang baik belum tahu kapan dan dimana kebaikannya itu disalurkan. 

Salman Subakat sudah memulainya. Setelah berhasil membangun ekosistem di sektor kewirausahaan, Salman Subakat yang kaya inovasi ini terus menyebarluaskan konsep ekosistem ke bidang pendidikan. Termasuk program Fellowship Jurnalisme Pendidikan ini merupakan inovasi SDM di bidang Pers. 

Tak heran, pria berusia 41 tahun ini dikenal sebagai inisiator pendekatan ekosistem berbasis inovasi di sejumlah bidang, terutama di bidang pendidikan dan kewirausahaan. 

Kesuksesan Paragon bermula dari inovasi yang dilahirkan foundernya baik inovasi infrastruktur maupun SDM. Paragon menyadari kuatnya inovasi ekosistem dapat menyelesaikan berbagai masalah. Semua unsur yang ada dalam perusahaan selalu memainkan peran masing-masing untuk mendukung visi misi bersama. Dari ekosistem yang bagus dan cerdas itu membuat Paragon, sebagai perusahan kosmetik terkemuka di Indonesia mampu bertahan atau survive hingga saat ini. 

Kata Salman, pendidikan menjadi sektor penting dan cepat untuk proses migrasi sosial sehingga dibutuhkan ekosistem pendidikan yang baik pula. Sama halnya di Paragon menerapkan konsep seperti sekolah. Menjadi tempat bagi orang berkembang dan pintar. 

Membangun ekosistem tidaklah sulit jika semua elemen memiliki spirit yang sama. Dalam sektor pendidikan, peran sekolah, orang tua dan masyarakat harus seimbang dalam menjaga ekosistem pendidikan supaya memberikan hasil yang baik. 

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved