Breaking News:

Saat Idul Adha, Moeldoko dan Jhoni Marbun Pakai Seragam Partai Demokrat, Anak Buah AHY Tertawa Geli

Moment Idul Adha 1442 Hijriyah yang jatuh pada Selasa 20 Juli 2021 kemarin, rupanya menyisahkan potret yang kini jadi bahan pergunjingan para politisi

Editor: Frans Krowin
Tribunnews.com
Poster ucapan selamat Idul Adha bergambar Moeldoko dan Jhoni Marbun saat Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriyah, Selasa 20 Juli 2021, yang tersebar di sosial media. 

Sementara itu, politisi Partai Demokrat lainnya, Yan Harahap menyebutkan bahwa Moeldoko seolah tidak punya rasa malu dan telah 'melecehkan' Kemenkumham.

Baca juga: Moeldoko Punya Kenangan Indah Bersama KRI Nanggala 402: Saya Masih Ingat Saat 8 Tahun Lalu, Apa?

"Soal ‘rasa malu’ harus kita akui, anak buah Pak @jokowi ini kelihatannya memang sudah tak punya. Keputusan MenkumHAM pun ia ‘lecehkan’."

Yan Harahap menyebut, apa yang dilakukan Moeldoko selama ini telah menjadi contoh buruk bagi generasi bangsa.

"Ia sepertinya merasa lebih terhormat menjadi seorang ‘begal’ daripada menjadi KSP yang baik. Contoh buruk bagi generasi bangsa," ungkapnya

Baca juga: Siapa Menteri Inisial M Dikabarkan Diganti Jokowi? Moeldoko,Mahfud MD,M Lutfi atau Muhadjir Effendy?

Kubu Moeldoko Gugat Kemenkumham

Seperti diketahui, kubu Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko menggugat Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, atas hasil KLB Partai Demokrat Deli Serdang.

Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani menyebut hal tersebut sebagai wujud nyata gila kekuasaan.

"Gugatan hukum Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko yang mengatasnamakan Ketua Umum Partai Demokrat hasil KLB abal-abal ke Pengadilan Tata Usaha Negara terhadap keputusan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly."

"Adalah wujud nyata gila kekuasaan," kata Kamhar kepada wartawan, Senin 28 Juni 2021.

Baca juga: Diisukan Terancam Dicopot Jokowi dari Jabatan KSP, Reaksi Moeldoko Bikin Syok, Sudah Siap Ditendang?

Gatot Nurmantyo dan Moeldoko. Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, mengaku tak kaget saat tahu Moeldoko menjadi Ketua Umum Partai Demokrat lewat KLB di Deli Serdang.
Gatot Nurmantyo dan Moeldoko. Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, mengaku tak kaget saat tahu Moeldoko menjadi Ketua Umum Partai Demokrat lewat KLB di Deli Serdang. (KOMPAS.com Roderick Adrian Mozes / TRIBUNNEWS Herudin)

Kamhar menilai langkah tersebut mempertontonkan bentuk insubordinasi atas keputusan pemerintah yang telah diambil secara sah berdasarkan undang-undang, untuk menolak hasil KLB.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved