Breaking News:

Berita Kota Kupang

Ketua PDUI NTT Ungkap Kasus Keluarga Ambil Paksa Jenazah, Polisi Harus Tegas Tanpa Kompromi

RS Siloam telah melaksanakan sesuai standard, edukasi bagi pasien dan keluarga selama proses perawatan.

Penulis: Ray Rebon | Editor: Rosalina Woso
KOMPAS.com
Ilustrasi jenazah 

Ketua PDUI NTT Ungkap Kasus Keluarga Ambil Paksa Jenazah, Polisi Harus Tegas Tanpa Kompromi

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG--Ketua Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) NTT, dr. Teda Littik mengungkapkan kasus pengambilan paksa oleh pihak keluarga, harus ditindak tegas tanpa kompromi oleh pihak kepolisian.

"Persoalan seperti di RS Siloam hari ini, itu sudah bukan masalah medis lagi, tapi masalah kamtibmas," kata dr. Teda Littik kepada POS-KUPANG.COM, Rabu 21 Juli 2021.

"Dimana ada sekelompok orang yang melawan hukum dan peraturan negara. Jadi, polisi yang harus bertindak tegas dan jangan kompromi," lanjut dr. Teda

Sebagai ketua PDUI NTT, dirinya percaya bahwa RS Siloam telah melaksanakan sesuai standard, edukasi bagi pasien dan keluarga selama proses perawatan.

Baca juga: Kasus Pertama di NTT, Tiga Warga Kota Kupang Terpapar Covid-19 Varian Delta

"Saya percaya pihak RS Siloam dengan standard yang digunakannya sudah melakukan edukasi ke pasien dan keluarga selama proses perawatan," kata dia

Dia menegaskan, apabila warga masyarakat tetap tidak mengikuti aturan dan tegar tengkuk, maka akan merugikan diri sendiri dan orang lain.(*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved