Breaking News:

Berita Sumba Barat

Cegah Penularan Virus Corona, Bupati Yohanis Dade, S.H Larang Warga Gelar Pesta

Kalau kita semua berkomitmen kota Waikabubak harus berubah. Saya tegaskan disiplin  masuk kantor dan keluar kantor harus  terlaksana

Penulis: Petrus Piter | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/PETRUS PITER
Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, S.H bersama Wakil Bupati Sumba Barat, John Lado Bora Kabba memimpin rapat bersama dengan camat dan kepala desa se-Sumba Barat tentang pemberlakuan PPKM. Bupati dan wakil Bupatin didampingi Pelaksana tugas sekretaris daerah Sumba Barat, Drs.Daniel B.Pabala, Ketua DPRD Sumha Barat, Dominggus Ratu Come, Kapolres Sumba Barat, AKBP FX Irwan Arianto , S.I.K, M.H dan Dandim 1613 Sumba Barat dan Dandim 1613 Sumba Barat, Letkol czi. Irawan Agung Wibowo, S. T, M. Tr 

Cegah Penularan Virus Corona, Bupati Yohanis Dade, S.H Larang Warga Gelar Pesta

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM, WAIKABUBAK--Bupati Kabupaten Sumba Barat, Yohanis Dade, S.H melarang masyarakat Sumba Barat menggelar pesta baik pesta adat perkawinan, pesta pernikahan maupun lainnya.

Sedang terhadap adanya kematian, Bupati Yohanis Dade meminta pengaturan lebih ketat agar tidak terjadi kerumunan masa. Bila hal itu terjadi dapat saja mengakibatkan terjadi kluster baru penularan virus corona.

Untuk itu, ia meminta seluruh lurah, kepala desa dan camat tidak boleh memberikan ijin kepada masyarakat untuk menggelar pesta dan lainnya.

Bila ada warga melanggar maka tim satgas covid-19 Sumba Barat akan menindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

Bupati  Kabupaten Sumba Barat, Yohanis Dade, S.H menyampaikan hal itu dalam arahannya pada acara rapat bersama camat, lurah dan kepapa desa se-Kabupaten Sumba Barat di aula Kantor Bupati Sumba Barat, Rabu 21 Juli 2021.

Baca juga: Update Covid-19, 31 Sembuh dan Satu Meninggal Dunia di Sumba Timur

Menurutnya, perkembangan penularan  virus corona terus meningkat di wilayah ini. Hari ini, Rabu 21 Juli 2021 terdapat 175 warga Sumba Barat terkonfirmasi positip virus corona.

Sedangkan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 31 oang.  Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring meningkatnya penularan virus corona di wilayah ini.

Karena itu ia meminta para kepala desa, lurah dan camat harus proaktif turun ke lapangan memantau situasi masyarakat termasuk harus aktif mengawasi jalannya isolasi terpusat yang terlaksana di desa itu.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved