Breaking News:

Berita Manggarai Timur

Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Full, Pasien Gejala Sedang di Matim Terpaksa Dirawat di Shelter

sudah dipesan dan dalam minggu ini obat-obat unyuk penanganan pasien Covid-19 gejals sedang sampai berat akan sampai

Penulis: Robert Ropo | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Pasien Covid-19 saat dirawat di Shelter. 

Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Full, Pasien Gejala Sedang di Matim Terpaksa Dirawat di Shelter

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, BORONG--Kasus warga tepapar Covid-19 terus meningkat membuat sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 full, akibatnya sebagian pasien Covid-19 yang memiliki gejala sedang di Kabupaten Manggarai Timur terpaksa dirawat di Shelter yang disiapkan Pemerintah Daerah.

"pasien gejala sedang harusnya di rumah sakit rujukan Covid-19, dengan keterbatasan kita rawat di shelter. Rumah sakit rujukan seperti RSUD Ben Mboi, RSUD Komodo dan RSUD Bajawa full,"ungkap Sekertaris Dinas Kesehatan Manggarai Timur, Pranata Kristiani Agas kepada POS-KUPANG.COM, Minggu 18 Juli 2021.

Ani Agas mengatakan, karena rumah sakit rujukan Covid-19 full dan juga terjadinya peningkatan pasien Covid-19 di Kabupaten Manggarai Timur sehingga khususnya bagi pasien gejala sedang pihaknya terpaksa melakukan perawatan di Shelter seadanya.

Dikatakan Ani Agas, selain itu saat ini stok obat untuk penanganan pasien Covid-19 dan juga tabung oksigen  juga terbatas. Meski demikian khusus obat untuk penangan pasien Covid-19 gelaja sedang dan berat akan segera tiba.

Baca juga: Satu Pasien Covid-19 Dengan Batuk Menahun Meninggal Dunia di Manggarai Timur

"Terkait keterbatasan obat berlangsung se-Indonesia bukan hanya di Matim saja. Dinkes saat ini sedang menunggu kedatangan obat yang sudah dipesan dan dalam minggu ini obat-obat unyuk penanganan pasien Covid-19 gejals sedang sampai berat akan sampai,"ungkap Ani Agas.

Ani Agas juga meminta kepada seluruh masyarakat Manggarai Timur untuk menjaga diri dan keluarga seketat mungkin agar tdak terinfeksi Covid-19.

"Saat ini kita semua dituntut memiliki ketahanan diri yang kuat dengan menerapkn 5 M. Ini semacam seleksi alam, yang kuat yang bertahan yang mau menggunakan otak dan hati jernih untuk terus bertahan akan menjadi pemenang melawan pandemi Covid-19.

Pemda terus berusaha memberikan pelayanan optimal bagi para pasien dan kami butuh komitmen bersama masyarakat Matim untuk menerapkn 5M," tutup Ani Agas. (*)

Berita Manggarai Timur
 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved