Breaking News:

Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTT Sebut Pertumbuhan Ekonomi NTT Meningkat 

8 Kas Titipan yang dikelola Bank NTT pada tahun 2021 telah mencapai Rp1,61 triliun, turun 12,24 persen salah satunya akibat pandemi

Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/MICHAELLA UZURASI
Penandatanganan MoU dalam Acara HUT Bank NTT ke 59, Sabtu, 17 Juli 2021 

Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTT Sebut Pertumbuhan Ekonomi NTT Meningkat   

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja mengatakan, secara tahunan, pertumbuhan ekonomi Provinsi NTT pada  tahun 2021 diperkirakan meningkat dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi tahun 2020 yang terkontraksi sebesar 0.83 persen.

Hal ini diungkapkan dalam sambutannya di acara ulang tahun ke 59 Bank NTT, Sabtu, 17 Juli 2021.

Kata dia, kinerja perekonomian provinsi NTT pada tahun 2021 ditopang oleh peningkatan investasi, perbaikan kinerja konsumsi masyarakat, serta percepatan peran fiskal sebagai countercyclical. 

"Dari sisi sistem pembayaran, Bank Indonesia terus berupaya untuk memperkuat ekosistem sistem pembayaran Indonesia secara end-to-end serta mendorong praktik bisnis yang sehat melalui kolaborasi dengan perwakilan industri gunamengakselerasi ekonomi dan keuangan digital yang inklusif untuk menunjang pertumbuhan ekonomi di Indonesia," kata Ariawan.

Baca juga: Dirut Harry Alexander Riwu Kaho Sebut Total Aset Bank NTT Bertumbuh Rp. 2.47 Trilyun 

Lanjut dia, hal ini dilakukan antara lain melalui efisiensi penyelenggaraan sistem pembayaran di Indonesia berupa
penyederhanaan pemrosesan izin Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) dan penetapan Penyelenggara Infrastruktur Sistem Pembayaran (PIP) serta dalam pemrosesan pengembangan aktivitas, produk, dan/atau kerja sama berbasis risiko.

Dia juga mengatakan, Bank Indonesia mendukung upaya bersama dalam mengakselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional, melalui langkah-langkah percepatan digitalisasi sistem pembayaran.

Langkah-langkah tersebut antara lain mendorong akselerasi digitalisasi keuangan melalui QR Code Indonesian Standard (QRIS) sekaligus mendorong kesuksesan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI), mempersiapkan fast payment 24/7 pembayaran ritel menggantikan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) guna mempercepat penyelesaian transaksi, mendorong digitalisasi perbankan melalui standardisasi Open Application Programming Interfaces (Open API), dan terus mendorong elektronifikasi transaksi keuangan daerah.

"Dalam situasi pandemi Covid-19 yang masih kita alami saat ini, kebutuhan untuk digitalisasi semakin meningkat.
Pembatasan ekonomi dan penerapan social distancing perlu dijawab dengan inovasi, sehingga kegiatan ekonomi dapat tetap berjalan dengan baik," katanya.

Baca juga: Bank NTT Cabang Waingapu Rayakan HUT Secara Sederhana, Bupati Sumba Timur :Jadi Terdepan

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved