Breaking News:

China Tuduh Amerika Bertindak Dismikriminasi pada Muslim AS, Sebut Paman Sam Munafik

Global Times merilis , apa yang dialami Muslim di AS, termasuk diskriminasi dan ketidaksetaraan, seperti cermin raksasa yang menunjukkan kemunafikan d

Penulis: Alfred Dama | Editor: Alfred Dama
REUTERS/AP
Presiden China Xi Jinping dan mantan Wapres AS, Mike Pence. Mike Pence menyebut ada bukti kuat bahwa Covid-19 berawal dari laboratorium di China. 

POS KUPANG.COM -- China dan Amerika kini terlibat perang kata-kata mengenai perlakukan negaranya pada kaum muslim di negara masing-masing

Amerika menyoroti perlakuakn terhadap warga muslim suku Uighur dan kini giliran China menyerang isu yan sama

Global Times merilis , apa yang dialami Muslim di AS, termasuk diskriminasi dan ketidaksetaraan, seperti cermin raksasa yang menunjukkan kemunafikan di AS tentang hak asasi manusia dan nilai-nilai universal, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan pada konferensi pers pada hari Jumat.

Baru-baru ini, beberapa media melaporkan bahwa Muslim yang tinggal di AS telah menderita diskriminasi dan ketidaksetaraan dan AS juga memulai perang di banyak negara termasuk Irak dan Suriah, yang menyebabkan korban jutaan warga sipil Muslim.

Baca juga: Kabar China Bakal Ambil Kalimantan jadi Jaminan Hutang Indonesia, Hanya Hoax

Perlakuan AS terhadap Muslim telah menjadikannya kebalikan dari “nilai-nilai universal” yang dibanggakannya.

Bagaimana AS memperlakukan Muslim di dalam dan luar negeri telah terlihat jelas oleh komunitas internasional. Diskriminasi dan ketidaksetaraan terhadap Muslim di AS adalah masalah lama, kata Zhao pada konferensi pers pada hari Jumat.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian (Global Times)

Dia mengatakan bahwa setelah 9/11, Muslim di AS telah menderita kejutan yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan diskriminasi dalam pekerjaan dan menghadapi berbagai kejahatan kebencian dan perlakuan buruk.

Pada Januari 2017, pemerintah AS mengajukan larangan Muslim, yang memperburuk situasi.

Beberapa media mengatakan bahwa seperti umat Katolik yang hidup 150 tahun yang lalu, Muslim di AS telah menderita diskriminasi politik dan isolasi karena keyakinan agama mereka.

Meski pemerintah AS membatalkan larangan Muslim, pernyataan yang dibuat oleh presiden AS pada bulan April di bulan Ramadhan masih menunjukkan bahwa Muslim di AS masih menjadi sasaran bullying, diskriminasi, dan kejahatan rasial.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved