Wasekjen Nasdem Sebut Menteri Risma Tampar Wajah Presiden Jokowi Soal Amarah Pindahkan ASN ke Papua

Menurut Taslim, Risma harus sekolah dulu ke Lemhannas sebelum memindahkan para ASN di Balai Wyata Guna ke Papua.

Penulis: Hasyim Ashari | Editor: Hasyim Ashari
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
KUNJUNGAN KERJA - Menteri Sosial, Tri Rismaharini saat mendamipingi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendy kunjungan kerja di PMI Surabaya, Selasa (16/2). 

Wasekjen Nasdem Sebut Menteri Risma Tampar Wajah Presiden Jokowi Soal Amarah Pindahkan ASN ke Papua

POS-KUPANG.COM, JAKARTA -  Menteri Sosial Tri Rismaharini atau yang biasa disapa Risma tidak bisa menahan amarahnya karena kecewa saat melihat Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Wyata Guna Bandung pada Selasa 13 Juli 2021.

Dalam amarahnya itu, Menteri Risma mengancam akan memindahkan para ASN di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Wyata Guna Bandung ke Papua.

Pernyataan Risma ini mendapat respon dari Wasekjen DPP Nasdem, Herawi Taslim.

Herawi Taslim mengatakan Menteri Sosial Tri Rismaharini sebaiknya di - Lemhannaskan untuk menjadikan dirinya sebagai negarawan bijak yang mengerti geopolitik dan geostrategi Indonesia.

"Jika Risma sudah pernah ikut pendidikan Lemhannas, pernyataannya terkait dengan Papua sungguh amat disayangkan," kata Hermawi Taslim yang juga Waktetum DPP Persaudaraan Penasehat Hukum Indonesia (Peradi Pergerakan) di Jakarta, Selasa 13 Juli 2021

Baca juga: Sebelum Video Marahi 2 Staf Kemensos Viral, Risma Mengaku Sudah Dimarahi dan Dicueki Amon Djobo 

Menurut Taslim, Risma harus sekolah dulu ke Lemhannas sebelum memindahkan para ASN di Balai Wyata Guna ke Papua.

"Dia harus tahu dampak dari kata-kata yang diucapkannya," tegasnya.

Menurutnya, sebagai pejabat, Risma harus tahu geopolitik dan geostrategi Indonesia sehingga bisa melihat berbagai persoalan yang ada saat ini dari kacamata wawasan kebangsaan dan wawasan nusantara.

“Dia harus paham, semua orang sudah capai dengan kondisi pandemi sekarang ini tetapi sebagai pejabat, Risma harus tahu dia berdiri di mana dan sebagai apa," ujarnya.

"Masing-masing daerah mempunyai caranya sendiri dalam berkomunikasi dan berbudaya. Jadi kalau mau marah, marah saja tidak perlu mengaiatkan dengan berbagai hal yang sebenarnya tidak perlu diucapkan,” tegas Taslim.

Herawi Taslim juga mengingatkan, budaya bekerja yang seperti itu mungkin bisa diterapkan di tempat yang lama.

Namun sekarang pada saat semua orang tertekan karena pandemi, budaya kerja di tempat yang lama tidak perlu dibawa-bawa.

Baca juga: Buntut Marah Menteri Sosial Tri Rismaharini PDIP Cabut Dukungan Kepada Bupati Alor

“Kalau di kantor yang lama, mungkin tidak menjadi masalah Risma bersikap marah-marah seperti itu. Tetapi ini khan situasi dan kondisinya sangat berbeda," kata dia

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved