Breaking News:

Raja Sonbai III Serahkan Tanah untuk Dibagi Kepada Masyarakat Melalui Aliansi KGS NTT

Tapi saya pikir untuk menolong orang, membantu orang apalagi lembaga Aliansi lembaga independen lembaga sosial kontrol

Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/MICHAELLA UZURASI
Dari kiri ke kanan, Usif Neolaka, Jose Lobo, Raja Sonbai dan Sonbai Muda, Epi Sonbai. 

Raja Sonbai III Serahkan Tanah untuk Dibagi Kepada Masyarakat Melalui Aliansi KGS NTT

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi

POS-KUPANG.COM,  KUPANG - Raja Sonbai III kembali menyambangi kantor Aliansi Komando Garuda Sakti (KGS) NTT, Senin, 12 Juli 2021.

Hal ini untuk menindaklanjuti apa yang telah disepakati bersama Ketua KGS tanggal 9 Januari 2021 silam yakni niat Raja Sonbai untuk memberikan tanah kepada masyarakat di tanah Timor yang masih belum memiliki tanah, terutama warga negara baru yang tinggal di wilayah Kabupaten Kupang semenjak jajak pendapat tahun 1999 lalu.

Hadir pada kesempatan tersebut, Raja Sonbai bersama puteranya, Epi Sonbai, mantan panglima perang Timor Leste, Jose Belo yang kini menjadi perwakilan tua adat masyarakat Timor Leste di Kabupaten Kupang, salah satu usif yang juga mantan panglima perang, usif Neolaka dan Ketua DPD KGS NTT beserta jajarannya.

"Tuan tanah semua (tinggal) kos padahal tanah di Kabupaten Kupang itu masih sisa terlalu banyak sehingga sudah dibentuk enam kabupaten kalau tidak salah, masing - masing sudah ada tanah tetapi kok sampai sekarang belum ada yang istilahnya menjadi jembatan buat mereka," kata Ketua DPD KGS NTT, Pdt. Melianus Tefa.

Baca juga: Di Kota Kupang Calon Siswa Tak Terakomodir Sistem Zonasi, Orang Tua Temui Kadis Pendidikan NTT

"Nah ketika teman kita bapak Sonbai, bapak Jose Belo, bapak Neolaka, mereka minta Aliansi menjadi jembatan, jadi jembatan ini adalah membantu, yang pertama administrasi, yang kedua penempatan yang ketiga kita susun bagaimana caranya orang, namanya membentuk satu kampung tidak segampang memasukkan sapi di kandang. Itu bentuk dulu masing - masing sudah ada rumah sendiri baru nanti kita lihat," lanjutnya.

Dikatakan Mel, masih ditemui dalam 1 rumah tangga ada lima kepala keluarga (KK) masing - masing dengan isteri dan anak sehingga perlu dipikirkan seperti apa makannya, tidur dan seterusnya.

"Karena itu mereka minta bagaimana Aliansi bantu secara administrasi, pengaturan dan lain sebagainya sampai satu rumah yang lima KK itu masing - masing harus memiliki rumah. Tapi saya tidak bicara rumah, saya cerita pelepasan. Bagaimana mereka terlepas dari tanah yang sementara ini dibiarkan seperti itu, banyak orang yang tidak berani karena resikonya berat. Tapi saya pikir untuk menolong orang, membantu orang apalagi lembaga Aliansi lembaga independen lembaga sosial kontrol. Kenapa kita tidak masuk ke dalam," ujarnya.

Lanjut Mel, setelah ada MoU dengan tanda tangan enam orang sebagai atoin amaf dan tanda tangan mengetahui Raja Sonbai, dia akan mulai bekerja secara administrasi dan hukum dan Aliansi akan bergerak dalam waktu yang sesingkat - singkatnya.

Baca juga: Di Kota Kupang Calon Siswa Tak Terakomodir Sistem Zonasi, Orang Tua Temui Kadis Pendidikan NTT

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved