Prediksi Final Piala Eropa,Inggris Vs Italia,Kenang Tragedi De Kuip & Jalan Sengsara Squadra Azzurra

Euro adalah jalan sengsara bagi Squadra Azzurra. Jejak pilu berurai air mata dalam penggalan waktu lebih dari lima puluh tahun. Derita setengah abad y

Penulis: Alfred Dama | Editor: Alfred Dama
Tribun Network
Inggris vs Italia Final Piala Eropa 2020 di Wembley Stadium, Senin 11 July 2021 dini hari 

Inggris baru sekali masuk final dan meraih juara Piala Dunia 1966 saat menjadi tuan rumah. Italia mencapai final Piala Dunia enam kali, dan empat di antaranya juara yaitu 1934, 1938, 1982 dan 2006.

Sejak tahun 2018, tim asuhan Roberto Mancini meraih 33 kemenangan beruntun termasuk enam pertandingan sejak penyisihan Euro 2020. Mancini memancarkan harapan baru pascakegagalan negeri itu lolos ke Piala Dunia 2018.

Sejak fase grup Euro 2020, Italia mencetak total gol 12 dan gawang Gianluigi Donnaruma hanya kebobolan 3 gol.

Hebatnnya lagi, lima pemain Italia masing-masing mencetak dua gol yaitu Lorenzo Insigne, Ciro Immobile, Federico Chiesa, Manuel Locatelli, dan Matteo Pessina.

Ada sedikit soal, Italia kehilangan bek kiri Leonardo Spinazzola yang cedera parah saat melawan Belgia. Posisi bek kiri kemungkinan diisi Emerson Palmeiri.

Kinerja Inggris pun fantastik. Tim Tiga Singa memenangi 11 dari 12 laga terakhir termasuk enam partai Euro 2020 dengan mencetak 10 gol dan hanya kemasukan 1 gol.

Dari 12 laga terakhir, skuat asuhan Gareth Southgate mencetak total 25 gol, mencatatkan 10 clean sheet, dan cuma kebobolan 2 gol. Pertahanan yang keren.

Penampilan Inggris terus membaik sejak menyingkirkan Jerman. Inggris memiliki lini belakang tangguh, baru kebobolan sebiji gol selama Euro 2020. Lini depan khususnya sang kapten Harry Kane, semakin tajam.

Kane sumbang empat gol dari tiga laga. Sementara Raheem Sterling yang sempat dicibir bikin diving melawan Denmark di semifinal, telah mengoleksi tiga gol.

Tidak ada pemain yang absen karena cedera atau hukuman kartu. Semua pemain Inggris siap tempur melawan Italia di Wembley.

***
Bagaimana kemungkinan duel malam ini? Hampir pasti berjalan alot selama 90 menit bahkan lebih.

Menarik untuk melihat siapa yang terbaik dalam lima lima pertempuran kunci di setiap lini. Yang pertama, duel antara Harry Kane vs Giorgio Chiellini.

Baik Kane maupun Chiellini tidak menikmati perjalanan mulus sepanjang turnamen ini, tetapi keduanya berperan penting untuk memenuhi harapan tim meraih trofi.

Kapten Inggris, Harry Kane adalah pencetak gol terbanyak di babak kualifikasi, tetapi tumpul di babak penyisihan grup.

Inggris bersyukur striker Tottenham yang memenangkan Sepatu Emas Piala Dunia 2018 itu, bangkit dengan mencetak empat gol dalam tiga pertandingan fase gugur.

Ketajamannya membawa Inggris ke final turnamen besar pertama selama 55 tahun.

Bek tengah veteran Italia, Chiellini pun lambat panas. Terutama sejak pertandingan Grup A Italia melawan Swiss sampai kemenangan perempat final atas Belgia.

Namun kapten Azzurri itu, bersama bek Juventus , Leonardo Bonucci telah memainkan peran besar membantu Italia menahan serangan gencar penyerang berbahaya Belgia di perempat final dan striker Matador di semifinal.

Duel berikutnya antara Raheem Sterling vs Giovanni Di Lorenzo. Pemain sayap Manchester City itu telah menjadi bintang Inggris sejauh ini.

Dia cetak gol kemenangan melawan Kroasia, saat melawan Republik Ceko di penyisihan grup, dan gol pembuka dalam kemenangan 2-0 atas Jerman di babak 16 besar.

Dia juga membantu Inggis saat mengalahkan Denmark di semifinal, setelah mencetak asis untuk gol pembuka Kane melawan Ukraina di perempat final.

Di Lorenzo kemungkinan ditugaskan Mancini untuk meredam pergerakan Sterling.

Bek kanan Napoli itu tampil baik meski sempat kesulitan meladeni kecepatan Jeremy Doku saat laga melawan Belgia, sehingga kebobolan gol penalti karena pelanggaran yang tidak perlu terhadap pemain remaja itu.

Duel selanjutnya adalah Kalvin Phillips vs Jorginho. Jorginho telah dianggap sebagai detak jantungnya lini tengah Italia.

Lini tengah Italia banyak ditentukan kiprah Jorginho. Pemenang Liga Champions itu tidak dominan di semifinal melawan Spanyol, ketika dia menghadapi pemain muda sensasional Barcelona, Pedri.

Jorginho dan Pedri lebih banyak bermain di turnamen ini daripada Phillips yang dilatih Marcelo Bielsa di Leeds.

Inggris akan berharap Phillips dapat menggunakan energinya secara baik demi meredam pengaruh Jorginho, seperti yang dia lakukan pada Luka Modric dalam pertandingan pembukaan melawan Kroasia.

Duel kunci berikutnya adalah Luke Shaw vs Federico Chiesa. Dua pemain bintang turnamen akan saling berhadapan di sayap kanan Italia.

Pemain muda Juventus, Chiesa telah menyiksa pertahanan lawan dengan kecepatan dan keterampilannya, termasuk saat mencetak gol brilian melawan Austria dan Spanyol.

Bek kiri Luke Shaw akan bertugas untuk menghentikannya. Bek MU itu juga menjadi ancaman saat menyerang. Dia telah menyumbang tiga asis di Euro 2020.

Kedua tim berharap bisa membuat lawannya lebih sibuk bertahan, daripada dibiarkan bebas berlari bersama bola menyerang ke lini pertahanan.

Duel kelima antara Harry Maguire vs Ciro Immobile. Immobile sejauh ini belum tampil maksimal di Euro 2020. Tetapi sudah mencetak dua gol dan memiliki rekor gol brilian untuk Lazio di Serie A.

Dia harus tetap dalam kondisi terbaik untuk menimbulkan masalah bagi Maguire, mengingat bek tengah Inggris itu tampil mengesankan sejak pulih dari cedera.

Immobile dapat berperan menekan Maguire selama mungkin sehingga bisa mencegahnya memainkan umpan ke depan yang sangat berbahaya.

Pertandingan final Minggu malam ini akan menjadi kesempatan tim Inggris untuk meraih gelar juara Eropa pertama kali.

Bagi Azzurri, laga final ini bisa menandai kelahiran kembali sepak bola Italia setelah masa kegelapan bertahun-tahun. Terutama setelah gagal tampil di Piala Dunia 2018.

Siapa pemenang di Stadion Wembley Senin dini hari nanti?

Apakah tragedi De Kuip kembali menghampiri Gli Azzurri?
Penggemar Inggris dan Italia silakan jawab sendiri ya. Selamat menonton!

Berita lain terkait Piala Eropa 2020

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved