Prediksi Final Piala Eropa,Inggris Vs Italia,Kenang Tragedi De Kuip & Jalan Sengsara Squadra Azzurra

Euro adalah jalan sengsara bagi Squadra Azzurra. Jejak pilu berurai air mata dalam penggalan waktu lebih dari lima puluh tahun. Derita setengah abad y

Penulis: Alfred Dama | Editor: Alfred Dama
Tribun Network
Inggris vs Italia Final Piala Eropa 2020 di Wembley Stadium, Senin 11 July 2021 dini hari 

Dia mengirim bola langsung kepada David Trezeguet yang berdiri sedikit di luar kotak 16 meter pertahanan Gli Azzurri.

Trezeguet menyundul bola umpan kepada Sylvain Wiltord yang bergerak di sayap kiri.

Dua langkah sesudahnya, Wiltord melepaskan tembakan mendatar kaki kiri yang indah mematikan. Bola menyusur tanah, melewati jangkauan kiper Italia Francesco Toldo.

Skor 1-1. Pertandingan harus berlanjut ke masa perpanjangan waktu memakai sistem golden goal (gol emas). Semangat bertanding Italia runtuh.

Les Bleus menggila. Tepat sebelum paruh waktu masa extra time, Robert Pires memotong bola dari kiri, memberikan kepada David Trezeguet yang sekali sentuh menembakkan gol emas lewat kaki kiri ke sudut atap gawang Toldo.

Sesuai aturan golden goal, Anders Frisk langsung meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga final. Squadra Azzurra terluka. Remuk redam dalam tragedi 30 detik yang menyesakkan dada. Kota Paris bercahaya. Duka Roma tak terkira.

Dunia mengelu-elukan Prancis. Zinedine Zidane dkk membawa pulang trofi Euro 2000 ke Paris, melengkapi kejayaan mereka dua tahun sebelumnya meraih gelar juara Piala Dunia 1998. Pesta kembang api menghiasi menara Eiffel dan Champs-Élysées.

Tragedi De Kuip paling menyakitkan bagi pelatih Italia saat itu Dino Zoff dan kapten tim nasional Paolo Maldini.

Dino Zoff menyebutnya sebagai takdir Gli Azzurri. Menurut pahlawan Italia di Piala Dunia 1982 ini, tim asuhannya memang ditakdirkan untuk kalah. "Tiga puluh detik menghapus kemenangan kami," kata Zoff.

“Kami memiliki waktu yang hebat di final tersebut. Pemain kami sangat kompak dan segalanya berjalan baik hingga saat-saat terakhir,” kata Paolo Maldini seperti dirilis uefa.com.

“Hingga 30 detik sebelum berakhirnya final, kami merupakan juara Eropa. Namun, kami memang melawan tim yang tidak pernah menyerah dan mereka berhasil menyamakan kedudukan di 30 detik pertandingan,” ujar Maldini.

“Kami tiba-tiba langsung menyadari kami akan kalah. Itu bukan sekadar gol menyamakan kedudukan,” ungkap Maldini.

Setelah gol Wiltord, kata Maldini, dia berusaha memotivasi rekan-rekannya untuk terus berjuang hingga menit terakhir.

“Kami saling mengingatkan agar bangkit dan memenangi final. Tapi itu hanya kata-kata, karena di hati kami paling dalam, kami sadar gol Wiltord merupakan pukulan psikologis amat besar,” ujarnya.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved