Breaking News:

Pengamat Kesehatan Sayangkan Kerumunan saat Warga Ikut Vaksin di Kupang

seharusnya diberikan edukasi dan pencerahan agar tidak menciptakan kerumunan saat ikut vaksin.

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
Vinsen Making untuk Pos Kupang.Com
Suasana kerumunan saat ikut vaksin covid-19 di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur, Sabtu 10 Juli 2021.  

Pengamat Kesehatan Sayangkan Kerumunan saat Warga Ikut Vaksin di Kupang

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM - Pengamat kebijakan kesehatan dari Fakultas Kesehatan Universitas Citra Bangsa (FK UCB) Kupang, Vinsen Making, S.KM.,M.Kes sangat mendukung upaya pemerintah agar semua masyarakat mendapatkan vaksin Covid-19.

Namun, kata Vinsen seharusnya pihak yang menyelenggarakan kegiatan vaksin perlu memperhatikan  protokol kesehatan.

Sehingga tidak tercipta kerumunan yang berlebihan saat pelaksanaan vaksinasi.

Vinsen menyebutkan fenomena itu terjadi di Kota Kupang akhir-akhir ini.

"Fenomena terakhir ini sangat memprihatinkan. Kerumunan banyak terjadi disaat kurva gelombang 2 covid-19 beranjak naik. Kerumunan tersebut terjadi justru di sektor Kesehatan. Pada saat kegiatan vaksinasi," ujar Vinsen Making kepada POS-KUPANG.COM Sabtu 10 Juli 2021.

Baca juga: Cegah Sebaran Virus, Warga Kota Kupang Antre dan Membludak Ikut Antrian Vaksin di Kantor Kejati NTT

Ia menyampaikan seharusnya diberikan edukasi dan pencerahan agar tidak menciptakan kerumunan saat ikut vaksin.

Fakta yang terjadi adalah saat kegiatan vaksinasi malah terjadi kerumunan yang sulit dihindarkan. Seharusnya sebelumnya sudah diumumkan agar tidak berjubel di tempat vaksin.

"Masyarakat kita selalu terlambat dalam hal kesadaran. Tunggu ada korban baru ramai-ramai panik. Justru saat panik seperti inilah terjadi lonjakan kasus secara masif. Pada sisi lain, pemerintah tidak dapat mengantisipasi hal ini”. Apa solusi terbaiknya? “Kita tahu jumlah vaksin terbatas. Belum lagi alur distribusinya yang belum merata. Kemarin ada banyak keluhan teman-teman di daerah banyak yang belum vaksin karena stok habis. Solusinya perbanyak stok vaksin dan distribusikan secara merata. Terutama ke daerah. Khusus untuk daerah perkotaan sebaiknya dibuat zonasi, pendaftaran secara online, dan perketat alur vaksin. Bagi yang belum daftar online dilarang datang. Bagi yang sudah daftar dan tidak datang tanpa alasan yang jelas diberikan sanksi tegas. Jadi sebenarnya kita butuh ketegasan untuk  menimimalisir lonjakan ini," ujar Dekan FK UCB Kupang ini.

Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan pihak penyelenggara vaksinasi karena sudah melaksanakan kegiatan tersebut.

Baca juga: Upaya Pemkot Kupang di Tengah Melonjaknya Kasus Covid-19, Begini Penjelasan Wakil Wali Kota Kupang

"Lebih parah lagi mereka mau vaksin karena ada edaran dari perhubungan bahwa harus kasi tunjuk bukti surat vaksin. Semua urusan harus ada pasword yaitu bukti bebas vaksin. Jadi mereka bukan takut dengan Corona tetapi lebih pada peraturan yang dibuat pemerintah itu," ujarnya. (*).

Berita Kota Kupang terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved