Breaking News:

Anggaran Bagi Komisi Penanggulangan Aids di Kota Kupang Telah Direalisasikan

Anggaran hibah yang sempat dikeluhkan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) akibat belum direalisasi hampir enam bulan, akhirnya dicairkan D

Editor: Ferry Ndoen
istimewa
ilustrasi HIV 

Anggaran Bagi Komisi Penanggulangan Aids di Kota Kupang Telah Direalisasikan

Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Anggaran hibah yang sempat dikeluhkan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) akibat belum direalisasi hampir enam bulan, akhirnya dicairkan Dinas Kesehatan Kota Kupang pada 7 Juli 2021 sebesar 500 juta.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, Retnowati yang dikonfirmasi, Kamis 8 Juli 2021 membenarkan hal tersebut. Dia mengaku telah mencairkan anggaran tersebut dan telah diberikan kepada KPA untuk digunakan dalam kegiatannya dalam penanganan Orang dengan HIV/Aids (ODHA) di Kota Kupang.

Anggaran tersebut mestinya telah disalurkan, namun Permendagri 7 tahun 2020, diharuskan Dinas Kesehatan Kota Kupang wajib menyesuaikan dan memproses ulang tata laksana pencairan anggaran hibah bagi KPA.

Kepala Sekretariat KPA Kota Kupang Marselinus Bay, yang dihubungi terpisah mengaku pihaknya telah mendapat alokasi anggaran dari Dinas Kesehatan.

Baca juga: Surat Edaran Wali Kota Kupang Perbolehkan Kegiatan Kedinasan Berkerja, Begini Penjelasan Pemkot

"Sudah di hari rabu 7 Juli 2021 yang lalu.Jumlah dana hibah tahun ini utk kpa kota kpg Rp. 500.000.000,- untuk 1 tahun anggaran ini," ungkapnya, Jumat 9 Juli 2021.

Dia mengungkapkan, sebetulnya, tahun ini KPA menerima anggaran sebagaimana tahun-tahun sebelumnya yakni 1 miliar, namun anggaran KPA harus direfocusing untuk penanganan Covid-19 di Kota Kupang.

Marselinus menyebut, dengan anggaran yang terbatas ini, akan diperuntukan bagi biaya pegawai dan kesekretariatan dan sisa anggaran akan digunakan untuk kegiatan lain yakni sosialisasi dan moblie VCT, penanganan lost to follow up (odha putus obat, red) dan bantuan pengobatan bagi odha yang tidak mampu.

Akibat keterbatasan ini, kata Marselinus, KPA Kota Kupang telah mengajukan kerja sama dengan LSM dalam pendampingan ODHA. KPA juga mengajak kelompok warga peduli aids (WPA) di 51 keluruhan untuk mendukung dan berpartisipasi dalam upaya penanganan dan penanggulangan HIV/Aids di Kota Kupang.

Baca juga: Stok Vaksin di NTT Menipis, Wagub Josef Nae Soi ke Pempus : Kalau Bisa Kami Juga Dapat Prioritas

Dari tahun 2000 sampai 2020 , jumlah kasus HIV/Aids yang tercatat mencapai 1.692 kasus dengan rincian penderita HIV 1.223 orang dan Aids 469 orang. Untuk jenis kelamin, Jenis kelamin laki-laki sebanyak 1.016 orang dan Perempuan 676  orang.

"Khusus d tahun 2020 Laki-laki 69, perempuan 50, jumlah seluruhnya 119. Kita bandingkan ditahun 2019 paling tinggi yakni 167 orang. Laki -laki 110 dan perempuan 57 orang," kata Kepala Marselinus Bay, Kamis 17 Juni 2021 diruang kerjanya.

Dia mengaku, jumlah kasus ini juga didominasi oleh penderita dengan kelompok usia 25-49 tahun, dan juga 20-40 dengan jumlah 249 orang. Menurutnya kelompok usai muda dan produktif menjadi yang paling rentan dalam penularan kasus ini.

Marelinus menjelaskan selama ini KPA  terus melakukan upaya penanggulangan melalui sosialisasi rutin di semua keluharan, gereja dan tempat ibadah lainnya. Selain sosialisasi, KPA bersama sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) juga melakukan deteksi dini penularan penyakit ini di tempat hiburan dan Panti Pijat tradisional (pitrad). *)

ilustrasi HIV
ilustrasi HIV (istimewa)

Berita Kota Kupang Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved