Breaking News:

Laurensius P. Sayrani: Ada Ketimpangan Antara Perkembangan Sektor Publik dan Isu Kepemimpinan

sektor publik itu berkembang semakin kompleks tetapi disisi yang lain isu kepemimpinan itu ternyata tidak cukup

Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/LAUS MARKUS GOTI
Pengamat Politik dan Kebijakan Politik dari FISIP Undana Kupang, Dr. Laurensius P. Sayrani, S.Sos., MPA 

Laurensius P. Sayrani : Ada Ketimpangan Antara Perkembangan Sektor Publik dan Isu Kepemimpinan

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Dosen Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undana, Dr. Laurensius P. Sayrani, M.PA., mengatakan, adanya ketimpangan antara perkembangan sektor publik dan isu kepemimpinan yang terjadi saat ini.

Hal ini diungkapkan dalam Focus Group Discussion FISIP Corner dengan tema "Etika Komunikasi Politik Pejabat Publik di NTT", Rabu, 7 Juli 2021.

Dalam kesempatan tersebut, Laurens menyampaikan beberapa pemikiran terkait fenomena pejabat publik NTT saat ini.

"Ini kita bicara soal pejabat publik jadi sebetulnya kita ngomong soal sektor publik, bagaimana kepemimpinan di sektor publik dan ada semacam gagasan awal yang ingin saya tunjukkan. Pertama sektor publik itu berkembang semakin kompleks tetapi disisi yang lain isu kepemimpinan itu ternyata tidak cukup berkembang sekompleks dinamika sektor publik," kata Laurens.

Baca juga: Dinas Sosial Kota Kupang Siapkan Bantuan Bagi Pasien Covid-19 yang Isolasi Mandiri

Lanjut dia, soal kapasitas, soal daya, model dan lain - lain, perkembangannya disaksikan bersama dan dia sampai pada hipotesis awal bahwa ada semacam ketidakseimbangan antara kedua hal tersebut.

"Oleh karena itu ada semacam ketidakseimbangan , ketidakcocokan diantara keduanya yang kemudian akan menghasilkan semacam distorsi di ruang publik yang ditunjukkan dengan bagaimana masalah publik dipecahkan dan dikomunikasikan secara efektif," ujarnya.

Menurut dia, munculnya fenomena - fenomena pejabat publik seperti yang kita saksikan beberapa waktu lalu dan fenomena lain, sampai pada gagasan awalnya bahwa ada semacam ketidakseimbangan dan ketidakcocokan.

"Kalau kita ngomong soal kepemimpinan disektor publik ini mesti dilihat secara lebih clear. Pertama, bahwa ini bukan semata - mata persoalan personal. Persoalan personal itu juga penting tetapi tidak boleh persoalan ini ditempatkan hanya semata - mata sebagai persona tetapi juga mesti diletakkan atau dikaitkan dengan konteks yang lebih luas yang saya sebut sebagai persoalan struktural," ungkapnya.

Baca juga: Baru Surat Edaran Walikota Kupang tentang Penebalan PPKM Skala Mikro Di Kota Kupang 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved