Breaking News:

Jembatan Enet Tanjung Bunga Flores Timur Diresmikan, Begini Rincian Anggarannya

Pemerintah kabupaten Flotim tentu melaksanakannya melalui  mekanisne yang berlaku

Editor: Rosalina Woso
Jembatan Enet Tanjung Bunga Flores Timur Diresmikan, Begini Rincian Anggarannya
POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
Bupati Flores Timur, Antonius Gege Hadjon saat meresmikan jembatan Enet, Desa Ratu Lodong, Kecamatan Tanjung Bunga

Jembatan Enet Tanjung Bunga Flores Timur Diresmikan, Begini Rincian Anggarannya

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda

POS-KUPANG.COM,LARANTUKA- Bupati Flotim, Antonius Gege Hadjon meresmikan jembatan Enet di desa Ratu Lodong, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Senin 5 Juli 2021.

Jembatan ini dibangun dengan anggaran Belanja Tak Terduga ( BTT) tahun anggaran 2021. Jembatan yang menelan anggaran Rp.1.212 miliar itu dikerjakan oleh CV. Family Karya.

Menurut Bupati Anton, pembangunan jembatan itu menghubungkan wilayah timur Tanjung Bunga guna memperlancar transportasi warga di wilayah itu. 

"Jembatan ini sebagai penghubung semua wilayah di kecamatan Tanjung Bunga. Pemerintah kabupaten Flotim tentu melaksanakannya melalui  mekanisne yang berlaku," ujarnya kepada wartawan, Rabu 27 Juli 2021.

Baca juga: Kabupaten Flores Timur Dapat Jatah 10 Unit Pembangunan Menara BTS

Ia meminta masyarakat tetap patuhi prokes covid-19, agar bisa menekan penularannya. Ia juga meminta desa yang masuk kategori zona merah agar diberlakukannya Perlakuan Pembatasan Kegiatan Masyrakat (PPKM).

"Perkuat lagi posko posko di desa masing-masing," katanya.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flotim, Alfons Hada Bethan  mengatakan jembatan Enet mengalami kerusakan akibat hujan pada 28 Februari 2021 lalu. 

Ia mengatakan, sebagai pelaksana pengerjaan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak kecamatan Tanjung Bunga dan pemdes Ratu Lodong untuk membuat laporan kejadian bencana sejak 1 Maret 2021.

Baca juga: Mulai 1 Juli, Masuk ke Kabupaten Flores Timur Harus Kantongi Hasil Rapid Antigen

Berdasarkan laporan itu, kata dia, bupati Flores Timur mengeluarkan surat pernyataan bencana pada 4 Maret 2021 dan menetapkan status bencana.

"Secara teknis, BPBD Flores membuat pertimbangan pada 10 Maret 2021. Melalui nota pertimbangan, bupati Flores Timur menyetujuinya. Dalam nota pertimbangan tersebut, dilampirkan dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB) dengan waktu pelaksanan tanggap darurat selama 90 hari terhitung sejak 4 Maret hingga 10 Juni 2021. Nilai kontrak pengerjaan itu sebesar Rp. 1.212.000.000. Dan, pada minggu ketiga bulan Juni, pekerjaan sudah di-PHO dari BPBD dan pihak pelaksana," jelasnya.

Ia berharap jembatan ini bisa bermanfaat guna memperlancar transportasi antar warga. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved