Breaking News:

Wagub NTT Ikuti Rapat Koordinasi Evaluasi PPKM Mikro Diperketat Bersama Menko Perekonomian

Kementerian Koordinator Perekonomian RI menggelar rapat koordinasi untuk mengevaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarak

Penulis: Ryan Nong | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG Wagub NTT Josef Nae Soi didampingi Asisten Pemerintahan Setda NTT Benyamin Lola ketika mengikuti Rapat Koordinasi Evaluasi PPKM Mikro Diperketat pada Rabu 7 Juli 2021. 

Wagub NTT Ikuti Rapat Koordinasi Evaluasi PPKM Mikro Diperketat Bersama Menko Perekonomian

Laporan wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong 

POS-KUPANG.COM, KUPANG -  Kementerian Koordinator Perekonomian RI menggelar rapat koordinasi untuk mengevaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Diperketat. 

Rapat koordinasi yang berlangsung secara virtual itu dipimpin Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dari Jakarta. 

Wagub NTT Josef Adrianus Nae Soi didampingi jajaran mengikuti rapat yang dimulai pukul 15.00 Wita itu dari Ruang Rapat Gubernur NTT. 

Tampak mendampingi Wagub Josef Nae Soi, Asisten Pemerintahan Setda NTT, Benyamin Lola, Kepala Dinas Perhubungan NTT Isyak Buka serta Plt Kepala Dinas Kesehatan Kependudukan dan Catatan Sipil yang diwakili Kabid Yankes, Emma Simanjuntak. 

Baca juga: Karya Sineas Lembata Berjudul Keru Baki Lolos Festival Film Internasional

Dalam rapat koordinasi tersebut, Menko Airlangga menyampaikan evaluasi terkait pelaksanaan PPKM yang mendapat penebalan. Tren kenaikan angka Covid-19 di luar Jawa-Bali saat ini meningkat hingga 60 persen. 

Menko Airlangga Hartarto menyebut Presiden Joko Widodo membuka opsi perluasan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat ke daerah-daerah di luar Pulau Jawa dan Pulau Bali.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) itu menyebutkan, opsi tersebut akan dipilih jika fasilitas di luar Jawa-Bali kewalahan menghadapi lonjakan kasus Covid-19.

"Arahan Bapak Presiden, seandainya daerah itu fasilitas pendukungnya semakin terbatas atau berkurang, tentu sesuai mekanisme dan kriteria yang tentu akan kita tingkatkan dari ketat menjadi darurat," kata Airlangga. (hh) 

Berita NTT Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved