Breaking News:

SMAK Frateran Ndao Ende Kembali Gelar Kegiatan Workshop Asesmen Kompetensi Minimum

Setelah sukses menggelar work shop Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) serta rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) pada Bulan Maret 2021, SMAK Frate

Penulis: Romualdus Pius | Editor: Ferry Ndoen
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
BERI MATERI - Rektor Universitas Widya Karya Malang, Frater Dr.Klemens Mere,SE, Mpd, MM, MH, M.A.P, BHK sedang membawakan materi pada work shop di SMAK Frateran Ndao, Ende, Selasa 6 Juli 2021. 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM - Setelah sukses menggelar work shop Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) serta rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) pada Bulan Maret 2021, SMAK Frateran Ndao Ende kembali menggelar kegiatan serupa pada selama dua hari, Senin (5/7/2021) hingga Selasa (6/7/2021) bertempat di Aula SMAK Frateran Ndao Ende.

Bertindak selaku pemateri dalam kegiatan itu asesor nasional, Frater Dr.Klemens Mere,SE, Mpd, MM, MH, M.A.P, BHK.
Menurut guru, SMAK Frateran Ndao, Yohanes Mariano Banggo, menyatakan bahwa kegiatan AKM kali ini adalah merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya yang pernah digelar pada Bulan Maret 2021.

Kegiatan tersebut dilanjutkan kembali karena saat kegiatan sebelumnya belum terlalu mendalam sehingga dirasa penting untuk dilanjutkan kembali.

Kegiatan tersebut merupakan kerjasama dengan Universitas Widya Karya Malang dan Rektor  Universitas Widya Karya Malang, Frater Dr.Klemens Mere,SE, Mpd, MM, MH, M.A.P, BHK selaku pembicara.

Dikatakan adapun materi  yang diberikan selama kegiatan meliputi sejumlah instrument penting seperti kompetensi kelulusan dan juga manajemen sekolah maupun sarana serta prasana.

Selain itu juga diperdalam soal kerjasama antara SMAK Frateran Ndao Ende dengan Universitas Widaya Karya Malang.

Yohanes Mariano Banggo, menyatakan bahwa dalam work shop itu para guru diberikan materi tentang akreditasi dan juga  Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) serta rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang merupakan pegangan bagi seorang guru dalam mengajar didalam kelas. 

Pihaknya menilai pentingnya materi semsen  kompetensi minimum yakni  guru diberikan pengetahuan tentang strategi maupun  langkah dalam merumuskan pembelajaran merdeka belajar yang merupakan program Menteri Pendidikan dan kebudayaan RI, Nabil Makarim, yang bermuara pada asemen nasional yang menitikberatkan pada tiga hal yakni  Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) juga  survei karakter dan lingkungan belajar.

Kepala Sekolah SMAK Frateran Ndao Ende, Frater William Satel Sura BHK mengatakan pihaknya memang sengaja menggelar pelatihan atau work shop bagi para guru guna memperkuat kapasitas guru agar mereka menjadi guru yang professional.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved