Breaking News:

Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Belu Terus Lakukan Pemantauan Acara Pesta di Masa Pandemi

Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Belu terus melakukan pengawasan dan pemantauan kepatuhan masyarakat dalam melaksanaka

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Ferry Ndoen
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
KASAT- Kasat Pol PP Kabupaten Belu, Aloysius Fahik 

Pol PP Kabupaten Belu Terus Lakukan Pemantauan Acara Pesta di Masa Pandemi

Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Teni Jenahas

POS KUPANG. COM, ATAMBUA - Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Belu terus melakukan pengawasan dan pemantauan kepatuhan masyarakat dalam melaksanakan instruksi pemerintah tentang pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di masa pandemi COVID-19. 

Hal-hal yang dipantau dan diawasi antara lain acara keramaian seperti   resepsi pernikahan, sambut baru, syukuran dan acara keramaian lainnya. 

Sejauh ini, Pol PP Kabupaten Belu belum menemukan acara keramaian yang diselenggarakan  masyarakat secara besar-besaran dan belum ada juga acara keramaian yang dibubarkan Pol PP. 

Ketika ada laporan masyarakat atau laporan pemerintah tingkat bawah, camat, lurah dan kepala desa, Pol PP mendatangi lokasi dan melakukan pendekatan serta memberikan himbauan untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan serta tidak menimbulkan kerumunan. 

Baca juga: Gempa 5.2 SR Guncang Waibakul Kabupaten Sumba Tengah

Hal ini disampaikan Kasat Pol PP Kabupaten Belu, Aloysius Fahik ketika dikonfirmasi Pos Kupang. Com, Rabu 7 Juli 2021.

Dikatakannya, sejauh ini belum ada acara keramaian yang diselenggarakan masyarakat secara besar-besaran yang dapat menimbulkan kerumunan. 

"Sejauh ini belum ada acara pesta yang dibubarkan. Memang kemarin di Raimaten ada acara tapi kami sudah lakukan pendekatan dan memberikan himbauan supaya tidak boleh ada acara yang menimbulkan kerumunan. Masyarakat menerima dan bersedia tidak menyelenggarakan pesta", jelas Alo Fahik. 

Ia mengatakan, setiap hari Pol PP memantau dan mengawasi kepatuhan masyarakat dalam menjalankan instruksi Bupati Belu yang salah satu poin adalah melarang acara keramaian seperti resepsi pernikahan, sambut baru, syukuran dan acara keramaian lainnya. 

Baca juga: Gli Azzurri Melangkah ke Final Lewat Kemenangan Dewi Fortuna, Ini Skor Saat Adu Penalti vs Spanyol

Selain memantau acara keramaian, Pol PP juga memantau dan mengawasi aktivitas pelaku usaha seperti restoran, warung, rumah makan. Hal pokok yang diawasi adalah ruangan yang disediakan untuk melayani atau menerima pengunjung 25 persen dari kapasitas ruangan. 

Sejauh ini kata Alo Fahik, masyarakat dan para pelaku usaha mematuhi instruksi Bupati Belu tersebut. Belum ada masyarakat yang melawan aparat ketika datang untuk memberikan himbauan. Masyarakat koperatif dengan petugas. 

"Sejauh ini tidak ada masyarakat yang melawan petugas. Mereka terima kalau kita berikan pemahaman. Kadang  mereka sampaikan kalau mereka sudah terlanjur keluarkan undangan sehingga acara dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. 

Ditanya mengenai pola pengawasan di wilayah desa, Alo Fahik menyampaikan, pemerintah sudah lakukan koordinasi antara pemerintah kabupaten, kecamatan dan desa. Untuk wilayah kecamatan dan desa, peran camat dan kepala desa sangat dibutuhkan untuk berkoordinasi. Manakala dibutuhkan penertiban, Pol PP selalu siap untuk menindaklanjuti. *)

Baca juga: Kerugian Mencapai Rp 324 Miliar, Kerusuhan di Yalimo 126 Ruko dan 34 Kantor Pemerintahan Dibakar

Berita Belu Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved