Breaking News:

Penerapan Smart City , Begini Penjelasan Lengkap Sekretaris Dinas Kominfo Kota Kupang

Kota Kupang pada tahun 2019 terpilih sebagai salah satu kota dari 165 kota yang masuk dalam daftar smart city.

Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/ISTIMEWA
Tangkap layar, host obrolan asyik Pos Kupang, Novemy Leo Novel (kiri) dan Sekretaris Dinas Kominfo Kota Kupang Andre Otta, SSTP., MM (kanan). 

Kanal tersebut akan dilaunching dalam bulan ini dan akan menjadikan beberapa media sebagai platform atau rujukan untuk menjawab pertanyaan dari masyarakat.

Untuk pengoperasian, akan ada tim pencari fakta yang akan menggali informasi sebanyak mungkin dari pihak-pihak terkait sesuai dengan pertanyaan yang ada.

Baca juga: Masyarakat Kota Kupang Antusias Ikut TNI-AU, Serbu Vaksinasi TNI-AU di Bandara El Tari Kupang 

"Goalnya kita menciptakan masyarakat yang makin cakap digital," ujar Andre. 

Di konsep smart city yang telah diterapkan Pemkot Kupang, menurut Andre, telah tersedia jaringan WiFi yang
sempat dibuka di berbagai tempat umum, hingga saat ini masih digunakan.

WiFi ini tersedia dihampir semua taman di Kota Kupang, kantor walikota, seluruh kantor kelurahan.

Namun, Andre mengakui penggunaan jaringan tersebut masih jauh dari kontrol pemerintah sehingga adanya potensi penyalahgunaan dalam jaringan tersebut masih sangat tinggi.

Adanya konsep smart city dan ditengah pandemi, untuk membantu memperbaiki ekonomi masyarakat, Pemkot telah memberi pelatihan berupa digital pruner bagi masyarakat untuk bisa mendapatkan penghasilan melalui layanan Facebook, Instagram dan YouTube.

Baca juga: KEBBO UMA Bantu Sembako di Tiga Panti Asuhan di Kota Kupang

Pelatihan akan berlangsung 12 sesi dan diikuti 3207 orang warga kota Kupang yang mewakili semua kelurahan.

Disektor lingkungan, sampah masih menjadi masalah yang sampai saat ini belum terurai baik. Pemkot, sejauh ini
telah menyiapkan bak sampah kuning untuk sampah organik dan bak sampah hijau untuk sampah non organik.

"Tujuannya untuk mempermudah pemilahan ketika dilakukan pengolahan lanjutan sampah yang direncanakan bisa digunakan sebagi energi terbarukan,"imbuhnya.

Masalah lain dari sampah ditemui ketika pengangkutan sampah.

Saat ini masih terjadi penumpukan sampah yang tidak terpilahkan.

Baca juga: Pedagang Pasar di Kota Kupang Siap Jika PPKM Diterapkan,Tapi Ini Permintaan Pedagang Kepada Pemkot

Pemkot bakal memperbaiki  mekanisme pengangkutan sekaligus terus memberikan sosialisasi  jam pembuangan sampah yang hanya bisa dilakukan sejak pukul 17.00 hingga pukul 05.00 WITA.

Hal tersebut untuk mencegah warga membuang sampah diluar jam tersebut, sehingga tidak terjadi masalah, yang terkesan  pemerintah belum mengangkut sampah di tempat tersebut.

Padahal, sampah itu dibuang setelah jam yang ditentukan. Disisi lain, gangguan pada armada juga sering menjadi nagian dari masalah itu.

Pemkot Kupang memiliki total armada pengangkut sampah sebanyak 34 unit dengan tenaga kerja di atas 100 orang.

Namun, manajemen juga turut menambah masalah, sehingga Pemkot telah mengevaluasi dan memperbaiki    kekurangan-kekurangan yang ada khusus penanganan sampah.

Baca juga: Pendaftaran CPNS dan PPPK di Kota Kupang Telah Dibuka, Cek Infonya

"Sedang direncanakan juga, Pemkot akan memasang cctv di sekitar tempat pembuangan sampah agar memudahkan untuk memonitor warga yang membuang sampah di luar jam ketentuan.
Smart city akan menghubungkan masyarakat, lingkungan dan teknologi," ungkapnya.

Petugas kebersihan juga kedepannya akan dilengkapi dengan atribut yang baik ketika melakukan pekerjaan tersebut. Pasalnya selama ini petugas bekerja tanpa dengan atribut khusus.

Baginya, konsep smart city diukur gagal dan tidaknya berdasarkan road map, dan di kota Kupang sejauh ini bisa dikatakan cukup berhasil dengan terintegrasinya semua infrastruktur jaringan ke perangkat daerah, sampai kelurahan dan layanan jaringan WiFi gratis.

Bahkan, road mapp jangka pendek semua berjalan baik dan 100 persen dan dan jangka menengah sedang berjalan dengan hingga kini terus mengalami perbaikan-perbaikan yang berkelanjutan..

Kedepannya, Pemkot akan terus menerapakan konsep integrasi dan literasi dalam menjalankan smart city.

Baca juga: Pejabat dan ASN Kota Kupang Tes Urine, Wakil Wali Kota: Upaya Pemberantasan Bahaya Narkoba, Hasil ?

Sistem pemerintahan akan diintegrasikan  yang berkaca pada dua dimensi yaitu dimensi pertama dari tahap perencanaan sampai evaluasi dan dimensi kedua adalah sistem tata kelola ASN yang terintegrasi dengan e-kinerja, dan semuanya berbasis  jaringan internet.

Sementara untuk pengerjaan melalui Literasi juga ada dua dimensi, baik itu literasi digital kepada ASN dan literasi digital kepada masyarakat.

Jika pandemi berakhir Pemkot menyediakan pojok literasi yang memberikan kemudahan masyarakat dalam literasi.

"Teknologi hanya menyelesaikan 26 persen dari seluruh persoalan yang ada sekalipun telah masuk pada robotik, internet off thing, big data. Sisanya adalah kebijaksanan manusia itu sendiri. Kita tidak pernah tauh apa yang masa depan siapkan untuk kita, tapi kita harus tauh apa yang kita siapkan untuk masa depan. Selamat menyongsong masa depan, taati prokes," tutupnya.(*)

Berita Kota Kupang terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved