Opini Pos Kupang

Actus Humanus di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Keberadaan pandemi Covid-19 dengan persebaran kasus yang mulai menanjak sejak 7 Juni 2021, menjadi penyebab kaburnya perasaan

Editor: Kanis Jehola
Dok Pos-Kupang.Com
Logo Pos Kupang 

Pengungkapan tindakan (actus humanus) yang buruk (tindakan yang tidak bertanggung jawab) dalam bahasan moralitas tindakan, dapatlah ditinjau pemecahannya lewat pemahaman yang mesti baik tentang kewajiban dalam hubungannya dengan kebebasan dalam bertindak.

Pertama-tama mesti dilihat bahwa konsep kewajiban dalam pengungkapan tindakan mesti mengklaim konsep kewajiban ala Kant. Kewajiban menurut Kant, merupakan kewajiban yang sebagai ciri hakiki dari kebaikan moral.

Kewajiban ini menghendaki sebuah keharusan moral -I ought; sollen (bukan keharusan fisik -I must mussen) dalam mengungkapkan sebuah tindakan yang baik. Kewajiban ini pula hanya bisa dipenuhi dalam kerangkeng kebebasan.

Kedua, kebebasan yang sekurang-kurangnya mesti terwujud dalam sebuah tindakan moral, ialah kebebasan yang sebagaimana dalam pemahaman kebebasan yang ketiga menurut filsafat Skolastik. Kebebasan ini adalah libertas a peccato.

Kebebasan yang bukan hanya menentukan diri tanpa paksaan dari luar atau dari dalam, tetapi juga kemampuan (kebebasan) untuk menentukan diri ke arah kebaikan dan nilai sejati.

Dalam konteks keberadaan kasus Covid-19 yang melonjak akhir-akhir ini, ragam langkah-laku actus humanus kita, haruslah bernaung di bawah payung dua pemahaman tentang kewajiban dalam hubungannya dengan kebebasan dalam bertindak tersebut.

Kita dapat merangkum dua pemahaman itu, bahwasannya untuk membentuk sebuah tindakan yang actus humanus (tahu, mau, bebas) yang dapat dipertanggungjawabkan, orang harus hadir dalam sebuah pemahaman akan tatanan tindakan yang mesti berpijak pada konsep kewajiban sebagai ciri hakiki dari kebaikan moral.

Kewajiban ini akan mengungkapkan sebuah keharusan moral dalam diri seseorang untuk bertindak secara bebas. Orang bebas untuk melaksanakan atau mengabaikannya.

Pelaksanaan kewajiban moral ini bersifat membebaskan, karena menyempurnakan manusia sebagai pribadi. Karena orang atau si pelaku tindakan adalah penyebab bebas, dalam arti bahwa tindakan tertentu ada di bawah kontrol dan kuasanya, maka ia bertanggung jawab atas tindakan itu.

Dua keburukan actus humanus kita: "sikap pasrah dan malas tahu", yang ditilik sebagai subjek penyebab menanjaknya kasus Covid-19 beberapa waktu terakhir ini, mestilah dilihat sebagai sebuah kekeliruan tindakan kita yang terlampau mengandalkan otonomi kebebasan pribadi kita.

Kita tampil dengan sangat berani dengan kekuatan ego pribadi kita dan seolah-olah mampu untuk melawan virus corona secara berdikari. Kini actus humanus kita harus kembali pada jalur "yang menuju kebaikan moral".

Kita bertindak dengan sebuah pesan "kewajiban", yang akan mengarahkan kita dalam kerangkeng kebebasan menuju kebaikan moral yang diimpikan bersama: "mengusir keberadaan virus corona dari kehidupan kita!"(*)

Baca Opini Pos Kupang Lainnya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved