Breaking News:

Opini Pos Kupang

Penerapan Bangunan Hijau pada Bangunan Pemerintah

Peningkatan emisi karbon di dunia menyebabkan dampak pemanasan global dan pembangunan

Editor: Kanis Jehola
Dok Pos-Kupang.Com
Logo Pos Kupang 

Bangunan yang hemat (bahan bangunan, waktu dan tenaga) dapat menghemat anggaran biaya dengan tetap menjaga kualitas dan tampilan bangunan serta ramah lingkungan.

Untuk Indonesia, konsep tropical green building adalah yang paling tepat dengan memanfaatkan kekayaan sinar matahari dan hembusan angin melalui desain arsitektur yang berkualitas.

Penerapan Bangunan Hijau di Indonesia belum terlalu signifikan dan baru di kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Semarang dengan mengeluarkan Perda terkait pembangunan bangunan hijau.

Padahal sudah ada berbagai regulasi seperti UU Nomor 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung (BG) , PP Nomor 36 Tahun 2005 tentang Pelaksanaan UU Nomor 28 tahun 2002 tentang BG dan beberapa regulasi dari Kementerian PUPR termasuk Peraturan Menteri Nomor 2 tahun 2015 tentang Bangunan Gedung Hijau yang sudah diganti dengan Peraturan Menteri PUPR Nomor 21 tahun 2021 tentang Penilaian Kinerja Bangunan Gedung Hijau.

Sementara kota-kota lain belum. Masalahnya adalah belum adanya regulasi lanjutan di setiap daerah karena belum ada komitmen yang kuat dari pemangku kepentingan (pemerintah) untuk menerapkan konsep bangunan hijau pada bangunan pemerintah.

Hal ini menjadi faktor utama belum meluasnya penggunaan konsep bangunan hijau di masyarakat.

Pemerintah perlu memberikan contoh melalui penerapan gedung hijau di semua bangunan perkantoran pemerintah baik yang sudah dibangun maupun yang akan dibangun.

Sehingga semua bangunan dapat menghemat biaya khususnya biaya operasional. Hal ini bertolak dari pemakaian listrik bangunan pemerintahan yang masih tinggi dengan inefisien mencapai sekitar 25 -30 persen.

Pemborosan ini terjadi karena perencanaan instalasi yang kurang baik dan peralatan yang tidak hemat listrik. Sementara peralatan listrik hemat energi biasanya lebih mahal harganya namun lebih murah biaya operasionalnya. (Aris Yunanto, PT. Energy Managament Indonesia, 2016).

Hasil penelitian gedung bertingkat di Indonesia diperoleh data bahwa beban listrik untuk AC mencapai 60 persen dari total pemakaian energi listrik bangunan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved