Breaking News:

Ini Pengakuan Calon Penumpang Pesawat Perihal Syarat Penerbangan Ditengah Penerapan PPKM Darurat

terpaksa mengurus surat keterangan tes PCR di RS Siloam Kupang dengan biaya Rp 900.000 karena ngin kembali bekerja di luar negeri.

Penulis: Ray Rebon | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/RAY REBON
Penumpang pesawat tujuan, Bandara El Tari Kupang- Denpasar, Dominggus Riuk 

Ini Pengakuan Calon Penumpang Peswat Perihal Syarat Penerbangan Ditengah Penerapan PPKM Darurat

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG--Penumpang pesawat tujuan , Bandara El Tari Kupang- Denpasar, Dominggus Riuk mengaku tidak diizinkan berangkat karena tidak mengantongi surat keterangan hasil tes PCR.

Hal ini menyebabkan tiket pesawat yang telah dibeli dominggus sebelumnya terpaksa hangus karena tidak memenuhi persyaratan penerabangan berdasarkan instruksi PPKM terbaru.

"Tiga hari lalu saya membeli tiket pesawat dengan tujuan Denpasar Bali, namun saya batal berangkat dan tiketnya hangus karena tidak ada surat keterangan tes PCR," kata dia kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu 3 Juli 2021, usai lolos pemeriksaan persyaratan penerbangan oleh petugas.

Dominggus mengaku, terpaksa mengurus surat keterangan tes PCR di RS Siloam Kupang dengan biaya Rp 900.000 karena ngin kembali bekerja di luar negeri.

Baca juga: Polda NTT Lakukan Pengawalan 80 Vial Vaksin Sinovac saat Tiba di Bandara El Tari Kupang

Dia mengatakan, untuk memperoleh surat keterangan hasil tes PCR dalam waktu singkat maka, biaya yang dibutuhkan sebesar Rp 1.700.000.

Oleh karena itu, dirinya menunggu waktu normal untuk memperoleh hasil test PCR dari rumah sakit dengan biaya sebesar Rp 900.000.

Oleh karena semua persyaratan penerbangan sudah dipenuhi untuk penerbangan, maka hari ini dirinya dapat melakukan perjalanan ke Denpasar, Bali.

Perihal tiket yang sebelumnya dinyatakan tidak berlaku atau hangus, Dominggus telah membangun komunikasi dengan pihak maskapai Lyon Air, namun dijelaskan bahwa ongkos tiketnya tidak dapat dikembalikan, karena hal tersenut adalah kelalaian calon penumpang.

Baca juga: Hari Terakhir Larangan Mudik, Bandara El Tari Kupang Masih Sepi Penumpang

Dominggus mengaku, sebelumnya tidak mengetahui persyaratan untuk melakukan penerbangan, sehingga langsung memesan tiket.

GM Angkasa Pura I (Persero) Bandara El Tari Kupang, Iwan Novi Hantoro melalui Humas Rahman menyampaikan bahwa persoalan tiket hangus atau batal penerbangan itu sesuai prosedur yang ada.

Dia memberikan contoh, apabila penerbangan hari ini, namun orang tersebut belum mengurus surat keterangan tes PCR, sedangkan waktu penerbangan itu siang, maka orang tersebut dapat melakukan rapid antigen atau genose. 

Namun, kata dia apabila penerbangannya mendadak tepat saat itu dan tiketnya hangus atas kelalaian penumpang tersebut, maka biaya tiketnya tidak dapat dikembalikan karena itu tanggungjawabnya penumpang.

Baca juga: Bandara El Tari Kupang Sepi Pasca Terbit Surat Edaran Dilarangnya Mudik Oleh Pemerintah, Simak

"Apabila tiket hangus atas kesalahan atau kelalaian penumpang, maka itu tanggunggjawab penumpang. Karena hal ini kami telah sosialisasi, baik itu pemerintah, pihak maskapai dan pihak  bandara," kata dia. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved