Breaking News:

Narkotika Ujian Presisi Kepolisian Republik Indonesia

Harapan masyarakat agar Kepolisian RI terus berbenah, melakukan reformasi secara menyeluruh, dengan membangun sistim tata kelola yang transparan

Editor: Kanis Jehola
Dok Pos-Kupang.Com
Logo Pos Kupang 

Oleh : Frans.X. Skera Warga Kota Kupang

POS-KUPANG.COM - Harapan masyarakat agar Kepolisian RI terus berbenah, melakukan reformasi secara menyeluruh, dengan membangun sistim tata kelola yang transparan dan akuntabel, serta kultur kerja yang professional, kelihatannya mulai menampakkan hasil.

Bukan saja masyarakat senang dan semakin percaya pada kinerja Polri, tetapi Bangsa dan Negara juga bangga karena mempunyai institusi penegak hukum, penjaga keamanan dan pengayom masyarakat yang dapat diandalkan.

Menjelang HUT Kepolisian RI 1 Juli 2021, ada capaian-capaian Polri yang patut diapresiasi. Kapolri Jenderal Listyio Sigit Prabowo mengatakan dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI, Rabu (16/6) bahwa Polisi telah mengungkap 19.229 kasus narkotika, dengan 24.878 tersangka, pada perode Januari-Juni 2021.

Dari belasan ribu kasus tersebut, ditemukan 7,6 ton sabu, 2,1 ton ganja, 7,3 kilogram heroin, 34,3 kilogram tembakau gorilla dan 239.277 butir pil ekstasi.

Baca juga: Anggota Kepolisian dan TNI Kawal 11 Truk Distribusi Logistik Pilkades 102 Desa Sumba Barat Daya

Barang bukti yang diamankan bernilai Rp.11.66 triliun, dan telah menyelamatkan 39,24 juta orang. Guna melengkapi capaian tahun 2021, harian Kompas juga mencatat, sepanjang tahun 2020, Polri menangkap ribuan pelaku dengan barang bukti diantaranya 51 ton ganja, 5,53 ton sabu.

Di tahun 2919, Polri menyita 59,76 ton ganja, 4,07 ton sabu, 23,5 kilogram heroin, dan 889,179 butir pil ekstasi. (Kompas, Kamis (17/6/2021)

Meskipun sudah mengungkap ribuan kasus narkotika, Polri masih mempunyai pekerjaan rumah berat, yaitu membersihkan dan menuntaskan keterlibatan anggota Polri dalam peredaran dan pemakaian narkoba.

Tergiur oleh nilai penjualan narkoba yang sangat menguntungkan, sementara oknum Polisi terlibat menjual barang haram yang disita. Demikian juga, ingin mencoba dan ketagihan mengkonsumsi narkoba, menyeret banyak oknum Polisi ke jurang kesengsaraan.

Baca juga: Pimpin Sertijab, Kapolres Anton Minta Optimalkan Sumber Daya Demi Peningkatan Pelayanan Kepolisian

Beberapa contoh dapat dikemukakan antara lain : Dalam pembongkaran kasus 57 kilogram sabu di Polres Asahan dan Tanjung Balai, Sumatera Utara, bulan Mei lalu, ada 8 anggota Polri yang menjual 6 kilogram sabu hasil sitaan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved