Breaking News:

Keluarga dan Kuasa Hukum Datangi Polres Lembata Tanyakan Kasus Kematian Gusti Tolok

Peristiwa kematian Agustinus Leyong Tolok, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, SMK Atadei, desa Katakeja, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, be

Editor: Ferry Ndoen
Foto/Ricko Wawo/
Pada Rabu, 30 Juni 2021 petang, Bas Tolok bersama Remi Tolok didampingi Emanuel Belida Wahon, Kuasa Hukum keluarga, mendesak penyidik Polres Lembata segera menuntaskan penyelidikan kasus kematian Gusti Tolok. 

Keluarga dan Kuasa Hukum Datangi Polres Lembata Tanyakan Kasus Kematian Gusti Tolok

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM-LEWOLEBA - Peristiwa kematian Agustinus Leyong Tolok, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, SMK Atadei, desa Katakeja, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, belum berhasil terkuak setelah 7 bulan. Keluarga menduga ada kejanggalan dalam peristiwa kematian tersebut.

Pada Rabu, 30 Juni 2021 petang, Bas Tolok bersama Remi Tolok didampingi Emanuel Belida Wahon, Kuasa Hukum keluarga, mendesak penyidik Polres Lembata segera menuntaskan penyelidikan kasus tersebut.

 "Saya selaku kuasa hukum, mempertanyakan penanganan kasus ini. Karena sejak 12 November 2020 almarhum ditemukan meninggal di desa Katakeja-Kalikasa, maka kita ingin Polres Lembata tuntaskan perkara yang sedang ditangani ini, segera diungkap tuntas," ujar kuasa hukum keluarga, Emanuel Belida Wahon.

Disebutkan, dirinya berharap penuh pada Kapolres, Kasatreskrim, dan jajaran penyidik Polres Lembata memprioritaskan kasus ini agar segera diungkap tuntas. Hal senada disampaikan Remi Tolok, kakak kandung almarhum.

Baca juga: HUT Bhayangara, Kapolres Sikka Beri Reward Bagi Anggotanya, TNI dan Masyarakat

"Proses hukum ini berjalan sejak kematian almarhum, 7 bulan berselang. Keluarga sungguh mengharapkan agar kasus ini lebih cepat lebih bagus. Berharap polisi bisa ungkap misteri kematian adik saya ini. Polres lebih intens lagi karena sejak November 2020 sampai saat ini, waktunya cukup lama," ujar Remi Tolok. 

Dia menyebutkan, pihak keluarga masih menaruh kepercayaan, kasus ini dapat diselesaikan pihak Polres Lembata.

"Kami pihak keluarga tunggu hasil dari proses hukum ini. Semoga semua pihak yang sudah dalam bidikan Polisi segera dituntaskan, terutama di saat Polri ," ujarnya.

Agustinus Leyong Tolok ditemukan tak bernyawa di belakang sekolah, 7 bulan silam.

Baca juga: Badan Pengurus Ikadana Faperta Sumba Timur Dilantik, Begini Suasanannya

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved