Breaking News:

Warga Desa Laranwutun Ile Ape Akan Blokir Lahan Relokasi Tanah Merah, Begini Permintaan ke Pemda

Penyelesaian masalah ini menurutnya penting dilakukan supaya tidak menimbulkan masalah bagi anak cucu di masa mendatang.

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/RICARDUS WAWO
Kesepakatan aksi pemblokiran pembangunan rumah di lahan relokasi ini dihasilkan dalam musyawarah desa di Aula Kantor Desa Laranwutun, Sabtu 19 Juni 2021. Tampak salah satu warga desa sedang menyampaikan pendapatnya dalam musyawarah desa.  

Warga Desa Laranwutun Ile Ape Akan Blokir Lahan Relokasi Tanah Merah, Begini Permintaan ke Pemda

Laporan Reporter POS KUPANG.COM/Ricardus Wawo

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA-Warga desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape akan memblokir aktivitas pembangunan rumah bagi penyintas korban bencana di lahan relokasi Tanah Merah.

Aksi pemasangan pagar dan plakat penghentian pembangunan rumah ini akan dilakukan pada Minggu, 20 Juni 2021 petang setelah seremonial adat di desa. 

Kesepakatan aksi pemblokiran pembangunan rumah di lahan relokasi ini dihasilkan dalam musyawarah desa di Aula Kantor Desa Laranwutun, Sabtu 19 Juni 2021. 

Lokasi Tanah Merah sendiri rencananya jadi tempat relokasi penyintas dari desa Lamawolo, Kecamatan Ile Ape Timur yang diterjang banjir dan longsor pada April 2021 silam. 

Baca juga: BLK Karitas Peduli Lembata Tekankan Pemberdayaan Semua Masyarakat Termasuk Kelompok Rentan

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Laranwutun, Antonius Toran Nilan, menegaskan aksi blokir pembangunan rumah di Tanah Merah dilakukan sebagai bentuk protes warga terhadap Pemda Lembata

Selama ini, Pemda Lembata tidak kunjung menyelesaikan masalah batas wilayah administratif desa Laranwutun, desa Muruona, Kelurahan Lewoleba Timur dan lokasi relokasi desa di Tanah Merah.

Penyelesaian masalah ini menurutnya penting dilakukan supaya tidak menimbulkan masalah bagi anak cucu di masa mendatang.

"Masalah batas desa Laranwutun, Muruona dan Kelurahan Lewoleba Timur sampai hari ini belum selesai," katanya kepada Pos Kupang usai musyawarah desa.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved