Breaking News:

PSU Pilkada Sabu Raijua Tanpa Kampanye

KETUA Bawaslu Sabu Raijua Yudi Tagi Huma mengingatkan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua beserta tim sukses bahwa dalam PSU tidak ada kampanye

Editor: Kanis Jehola
KOMPAS/TOTO SIHONO
Ilustrasi pilkada 

POS-KUPANG.COM - KETUA Bawaslu Sabu Raijua Yudi Tagi Huma mengingatkan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua beserta tim sukses bahwa dalam PSU tidak ada kampanye.

"Jangan memanfaatkan bantuan bencana Seroja atau pandemi Covid-19 sebagai modus kampanye. Kami sudah sampaikan kepada paslon maupun tim pemenang. Apabila melanggar maka Bawaslu siap ambil tindakan tegas," kata Yudi, Senin kemarin.

"Saya tegaskan jangan ada gerakan atau kegiatan apapun yang bentuknya berkampanye. Dilarang keras sehingga masing-masing sadar diri. Jangan sampai ini menjadi persoalan dikemudian hari. Ada sanksi hukumnya sehingga saya minta paslon dan tim perhatikan ini," tegas Yudi.

Baca juga: Polda NTT Simulasi Pengamanan PSU Pilkada Sabu Raijua

Baca juga: Prancis vs Jerman: Mbappe Siapkan Senjata Tembus Bek Jerman

Mengenai anggaran untuk Bawaslu, Yudi mengatakan, tidak ada persoalan. Khusus mengenai ad hoc baik KPU maupun Bawaslu, kata Yudi, saat ini sudah berjalan. Masih sisa pengawas baik di PPS maupun KPPS akan dilihat kembali tanggal 20 Juni ini apakah masih memenuhi syarat ataupun ada yang sudah tidak mau lagi untuk diaktifkan kembali.

Yudi kembali mengingatkan terkait bencana Seroja dan Covid-19. Menurutnya, banyak warga mengalami kerusakan rumah dan kehilangan harta benda. Banyak bantuan dari warga Sabu Raijua yang berada di luar tetapi ini jangan dipakai sebagai modus kampanye.

"Saya tegaskan bahwa jangan memanfaatkan bantuan sebagai modus kampanye. Inipun sudah kami sampaikan pada pertemuan dengan paslon maupun tim pemenangan paslon. Saya garisbawahi jangan melakukan hal-hal berbau kampanye," ujar Yudi.

Baca juga: Bamsoet Minta Menkeu Srimulyani Batalkan Rencana Pajak Sembako dan Pendidikan

Baca juga: Anti Radikalisme Masuk Materi Tes CPNS

Yudi juga menjelaskan mengenai logistik. Menurutnya, sudah dikirim dari Surabaya, Jawa Timur dan paling lambat tanggal 23 Juni seluruh logistik sudah berada di Sabu Raijua.

"Saat ini yang belum masuk adalah surat suara sehingga diharapkan pekan ini sudah tiba sehingga dilakukan penyortiran, pemasukan logistik ke kotak suara dan pengepakan untuk dikirim ke PPK kemudian ke PPS," katanya.

Ia juga menegaskan bahwa yang berhak memilih di PSU adalah pemilih yang terdaftar dalam DPT dan DPTb pada Pilkada 9 Desember 2020 lalu.

"Walaupun ada pemilih yang pas tanggal 7 Juli 2021 genap berusia 17 tahun tidak diperkenankan ikut memilih pada PSU ini. Ini larangan tegas yang wajib dipatuhi penyelenggara dalam hal ini KPU dan diketahui warga Sabu Raijua seluruhnya," tegas Yudi. (yon)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved