Breaking News:

Polres Sumba Barat Bekuk AH Pelaku  Pembuang Bayi di Sekitar Gedung Serba Guna Weekarou

Polres Sumba Barat Bekuk AH Pelaku  Pembuang Bayi Di Sekitar Gedung Serba Guna Weekarou

Penulis: Petrus Piter | Editor: Ferry Ndoen
pk/petrus piter
Foto Kapolres Sumba Barat, AKBP FX Arianto, S.I.K, M.H menggelar jumpa pers dengan menghadirkan AH selaku tersangka pembuang bayi di lobi Polres Sumba Barat, Senin (14/6/2021).  

Polres Sumba Barat Bekuk AH Pelaku  Pembuang Bayi Di Sekitar Gedung Serba Guna Weekarou

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM/WAIKABUBAK---Kapolres Sumba Barat, AKBP FX Irwan Arianto, S.I.KM.H mengatakan,  tim satreskrim Polres Sumba Barat telah membekuk pelaku pembuang bayi yakni AH (32) warga perumahan BTN, Kelurahan Loda Pare, Kecamatan Loli, Sumba Barat, Kamis (10/6/2021) atau dua hari setelah peristiwa pembuangan bayi terjadi, Selasa (8/7/2021).

Pada saat itu, pelaku AH setelah melahirkan disalah satu pelataran Puskesmas Weekarou di Kelurahan Loda Pare, Kecamatan Loli, Sumba Barat, lalu meletakan bayinya di sekitar gedung serba guna Weekarou, sekitar 200 meter ke arah timur dari Puskesmas Weekarou dengan menutup badan bayi menggunakan daun jati.

Bayi itu ditemukan dua warga yang melintas, Rabu (8/6/2021) pukul 6.30 wita dan seterusnya membawa bayi itu ke puskesmas Weekarou untuk mendapatkan perawatan. Kini bayi berjenis kelamin perempuan dititipkan Polres Sumba Barat  dirawat di RSUD Waikabubak, Sumba Barat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Demikian keterangan pers yang disampaikan Kapolres Sumba Barat, AKBP FX Irwan Arianto, S.I.K,M.H di ruangan lobi Polres Polres Sumba Barat, Senin (14/6/2021).

Kapolres Arianto menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tersangka AH mengaku bayi yang dilahirkan itu adalah hasil hubungan gelap dengan seorang pria yang adalah rekan kerja disalah satu resort di Sumba Barat.

Keduanya menjalin hubungan kasih    hingga  terjadi hubungan seksual pada bulan September  2021 dan Oktober 2021. Setelah mengetahui dirinya hamil, tersangka AH memberi tahu kepada rekannya, kalau ia hamil. Sayangnya pria tersebut tidak mau bertanggungjawab atas perbuatannya itu.

Untuk menutupi keadaannya, tersangka AH mengaku menggunakan stagen dan tetap bekerja seperti biasa hingga seminggu sebelum melahirkan bayi itu. Bahkan terkadang mengaku sedang menderita penyakit kista bila ada yang menanyakan kondisi perutnya nampak besar.

Lebih lanjut Kapolres Sumba Barat Arianto secara ringkas menceritakan kronologi kejadian  tersebut sebagai berikut, Selasa (8/6/2021) sekitar pukul 02.30 dini hari, tersangka pelaku AH merasa sakit perut dan mendatangi Puskesmas Weekarou yang berada dibagian timur perumahan BTN untuk melahirkan. Sayangnya sesampai gedung Puskemas, tidak ada petugas alias tutup. Tersangka  AH sempat menelepon seorang  koordinator bidan  setelah melihat nomor  bidan itu di salah satu ruang Puskesmas tersebut.  Sayangnya ibu bidan itu tidak mengangkatnya. Dan akhirnya tersangka AH memilih melahirkan disalah satu pelataran di puskesmas Weekarou.

Saat itu, tersangka pelaku AH mengaku panik dan merasa malu atas perbuatannya maka tersangka AH membawa bayinya  dan meletakannya  (membuangnya) disekitar halaman gedung serba guna Weekarou yang terletak sekitar 200 meter ke arah timur Puskemas Weekaoru. B

adan bayi tersebut hanya ditutup menggunakan daun jati. Selanjutnya,  bayi tersebut  ditemukan oleh dua warga yang sedang melintas, sekitar pukul 6.30 wita, mendengar tangisan bayi, mendatanginya dan membawanya ke puskesmas Weekarou untuk mendapatkan perawatan.

Baca juga: Indonesia Berduka, Pebulutangkis Markis Kido Riwayat Darah Tinggi, Mau Hidup dan Mati di Lapangan

Baca juga: Dua Bulan, Tim Mutiara Hitam Persipura Jayapura 8 Kali Laga Uji Coba Jelang Piala AFC 2021

Baca juga: Striker Polandia Robert Lewandowski Trending di Medsos Kena Olok Perkasa di Muenchen Loyo di Euro

Kini bayi itu dititipkan Polres Sumba Barat di RSUD Sumba Barat guna mendapatkan perawatan lebih baik.

Baca juga: Sekda Kabupaten Nias Utara Booking Lima Cewek Hanya Untuk Menemaninya Saat Pesta Narkoba

Baca juga: Berita Viral: Gelar Pesta Seks Pakai Narkoba Masa Pandemi, Dokter dan Rekan-rekannya Diciduk Polisi

Atas perbuatannya tersebut, pelaku dijerat pasal 308 KUHP yang menegaskan jika seorang ibu karena takut akan diketahui orang tentang kelahiran anaknya, tidak lama sesudah melahirkan, menempatkan anaknya untuk ditemukan atau meninggalkannya dengan maksud untuk melepaskan diri padanya, diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun 9 (sembilan) bulan dan jika mengakibatkan kematian dipidana penjara paling lama 9 (sembilan) tahun.

Kapolres menambahkan, dari kejadian itu, penyidik telah memeriksa 13 orang saksi termasuk  kekasih gelap tersangka AH. Menjawab pertanyaan bagaimana proses hukum terhadap pria kekasih gelap tersangka AH, Kapolres Arianto  mengatakan sudah memeriksa yang bersangkutan. Hanya saja dalam kasus ini, dia tidak terlibat tindakan pembuangan bayi. Namun demikian, tim penyidik terus mendalaminya.(pet)

Foto Kapolres Sumba Barat, AKBP FX Arianto, S.I.K, M.H menggelar jumpa pers dengan menghadirkan AH selaku tersangka pembuang bayi di lobi Polres Sumba Barat, Senin (14/6/2021). 
Foto Kapolres Sumba Barat, AKBP FX Arianto, S.I.K, M.H menggelar jumpa pers dengan menghadirkan AH selaku tersangka pembuang bayi di lobi Polres Sumba Barat, Senin (14/6/2021).  (pk/petrus piter)
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved