Breaking News:

Opini Pos Kupang

Selayang Pandang Tentang Biboki-TTU, Nekaf Mese, Ansaof Mese: Sebuah Tinjauan Sosio-Kultural (1)

Selayang Pandang Tentang Biboki-TTU, Nekaf Mese, Ansaof Mese: Sebuah Tinjauan Sosio-Kultural (1)

Editor: Kanis Jehola
Selayang Pandang Tentang Biboki-TTU, Nekaf Mese, Ansaof Mese: Sebuah Tinjauan Sosio-Kultural (1)
DOK POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

Masyarakat Adat Biboki adalah paguyuban sosio-kultural-politik dari `Klunin Bo'es, Ba'at Bo'es', yaitu `Sepuluh Pokok, Sepuluh Akar' dengan bermahkotakan `Loro Biboki' sebagai raja atau pemimpin tertinggi. Kesepuluh `Pokok dan Akar' dari masyarakat tradisional Biboki itu adalah `Tnesi-Aluman, T'eba-Tautpah, Tahaf-Nafanu, Harneno-Bukifan'.

`Klunin Bo'es, Baat Bo'es' ini sesungguhnya merupakan paguyuban dari sepuluh raja `berdaulat'yang masing-masingnya mempunyai komunitas sosial-politiknya, namun yang bekerjasama untuk membentuk dan membangun Kerajaan Biboki, yang disebut `Neno Biboki, Funan Biboki' yaitu `Matahari Biboki, Bulan Biboki'.

Dari kesepuluh paguyuban raja ini, ada empat paguyuban yang telah lebih dahulu mendiami tanah Biboki, yaitu `Tahaf-Nafanu, Taitoh-Bukifan'. Betapapun demikian, pengangkatan Loro Biboki tidak dari mereka. Loro Biboki biasanya diangkat dari empat serangkai ini, `Tnesi-Aluman, T'eba-Tautpah'.

Dua serangkai, `Harneno-Manlea' merupakan dua paguyuban terakhir yang mempersatukan diri dengan kedelapan paguyuban yang lain, dan mereka semua bersama-sama membina Kerajaan tradisional Biboki. (bersambung)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved